call today
021- 88871689

Tag Archives: air payau menjadi air minum

Reverse Osmosis Seawater, RO Sea water,RO Airlaut ,Pengolahan Air laut


REVERSE OSMOSIS SEA WATER  RO,RO AIR LAUT  WATTECH WRO SW 8H

Reverse Osmosis Seawater, RO Sea water,RO Airlaut ,Pengolahan Air laut Menjadi Air bersih Dan air Minum. Desalinasi Air Laut  Dengan Tecnology Reverse Osmosis Sea Water RO, WATTECH Sudah banyak terpasang Di seluruh Indonesia untuk berbagai kebutuhan seperti : pertambangan,kelautan dan perikanan, Kepulauan,Power Plant, PLTU,PLTD,KAPAL Sipil Dan MILITER Indonesia

Reverse Osmosis Sea Water,SWRO

Selama beberapa dekade terakhir, proses teknologi membran desalinasi menggunakan telah ditetapkan sebagai biaya rendah solusi yang fleksibel untuk produksi minum dan proses air dari air laut atau air payau.

Air laut Reverse Osmosis (SWRO) biasanya adalah modal dan operasional biaya solusi termurah untuk sebagian besar aplikasi di seluruh dunia, diberikan relatif rendah konsumsi energi secara keseluruhan dan kemudahan pembuatan dan konstruksi.

Dengan tren yang berkembang untuk tanaman desalinasi hybrid yaitu kombinasi teknologi termal dan membran, untuk memberikan konfigurasi tanaman optimal dalam hal menjalankan biaya dan fleksibilitas, SWRO akan terus membangun dirinya sebagai teknologi yang cocok bahkan lokasi yang paling sulit.

WATTECH terus mengembangkan teknologi SWRO dan desain dan membangun pabrik dengan kapasitas mulai dari 100m³ / hari menjadi lebih 100,000m³ / hari. Desain dapat disesuaikan untuk memenuhi persyaratan dari lokasi manapun.

Reverse Osmosis dalam Kinerja

Dengan pompa bertekanan tinggi, bertekanan garam air umpan terus dipompa ke sistem modul. Dalam modul, terdiri dari bejana tekanan (perumahan) dan elemen membran, air umpan akan terbelah produk garam yang rendah disebut permeat dan garam tinggi air garam yang disebut konsentrat atau menolak. Sebuah aliran katup pengatur disebut konsentrat katup, mengontrol persentase air umpan yang akan aliran konsentrat dan permeat yang akan diperoleh dari Umpan

Fenomena osmosis terjadi ketika air murni mengalir dari larutan encer garam melalui membran ke dalam larutan garam terkonsentrasi tinggi.

The phenomenon of reverse osmosis

Fenomena osmosis diilustrasikan pada Gambar 1.

Sebuah membran semipermeabel ditempatkan di antara dua kompartemen.

‘Semi-permeable’ berarti bahwa membran permeabel terhadap beberapa spesies dan tidak permeabel kepada orang lain. Asumsikan bahwa membran ini permeable terhadap air tetapi tidak untuk garam. Kemudian, menempatkan larutan garam dalam satu kompartemen dan air murni di kompartemen lainnya. membran akan memungkinkan air meresap melalui itu untuk kedua sisi, tetapi garam tidak bisa melewati membran.

Sebagai aturan dasar alam, sistem ini akan mencoba untuk mencapai keseimbangan. Artinya, ia akan mencoba untuk mencapai konsentrasi yang sama di kedua sisi membran. Satu-satunya cara yang mungkin untuk mencapai kesetimbangan adalah air untuk lulus dari kompartemen air murni untuk garam yang mengandung kompartemen untuk mencairkan larutan garam.

Gambar 1 juga menunjukkan bahwa osmosis dapat menyebabkan naiknya ketinggian larutan garam. ketinggian ini akan meningkat sampai tekanan dari kolom air (larutan garam) sangat tinggi sehingga kekuatan kolom air ini berhenti aliran air. Titik ekuilibrium air tinggi kolom ini dalam hal tekanan air terhadap membran disebut tekanan osmotik.

Jika gaya yang diterapkan untuk kolom ini air, arah aliran air melalui membran dapat dibalik. Ini adalah dasar dari istilah Reverse Osmosis. Perhatikan bahwa aliran terbalik ini menghasilkan air murni dari larutan garam, karena membran tidak permeabel terhadap garam.

containerized_reverse_osmosis_seawater_ro_plant_for_drinking_water_productionDSC_0646

Desalinasi Air laut Mengunakan Container Lebih Simple

RO SEA WATER CONTAINERHigh_Container_901_UK-tekst

swro 2                                                             swro 3

Reverse Osmosis Seawater, RO Sea water,RO Airlaut ,Pengolahan Air laut

PLTU di Indonesia sebagian besar menggunakan air laut sebagai sumber air yang akan dipergunakan untuk mencukupi kebutuhannya. Selain air laut, juga ada beberapa PLTU yang menggunakan air tanah untuk diolah dan selanjutnya digunakan sebagai media kerja di siklus air – uap air. Namun sepengetahuan saya, semua PLTU di Indonesia menggunakan air laut sebagai cooling water di kondensernya.

pengolahan air di sebuah PLTU yang menggunakan air laut sebagai sumber untuk mendapatkan air demineralisasi, service water, danpotable water. Dan berikut adalah tahapan-tahapan prosesnya:

Tahap Filtrasi

Air laut yang menjadi bahan baku utama dialirkan menuju sea water pit, dan untuk menghambat pertumbuhan biota-biota laut diinjeksikan sodium hipoklorit dengan kadar tertentu. Selanjutnya air laut difiltrasi menggunakan travelling screen untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang berukuran besar.

Dari sea water pit, air laut dialirkan menuju primary filter dengan menggunakan sebuah pompa. Diperjalanan, air tersebut diinjeksi senyawa koagulan FeSO4 yang berfungsi untuk mengumpulkan partikel-partikel berukuran kecil menjadi partikel-partikel berukuran lebih besar sehingga lebih mudah dilakukan proses filtrasi.

Setelah injeksi FeSO4, air dialirkan menuju ke filter pertama yang disebut dengan Primary Filter, dengan tujuan untuk menahan suspended solids yang terkandung di dalam air laut. Filter ini berjenismulti media filter yang berarti menggunakan beberapa jenis komponen yang berbeda pada satu filter. Komponen-komponen tersebut adalah antrasit pada lapisan atas, pasir pada lapisan tengah, garnet pada lapisan paling bawah, dan gravel sebagai media pendukung. Dari primary filter air dialirkan menuju polishing filter yang memiliki komponen sama dengan primary filter dengan tujuan untuk lebih membersihkan air dari suspended solids yang ada.

Komponen Primary dan Polishing Filters

20111127-071715 PM.jpg

Setelah melalui proses filtrasi di primary dan polishing filter, air ditampung di sebuah tangki bernamafilter tank. Air di filter tank selain akan menuju ke proses selanjutnya juga digunakan untuk prosesbackwash pada primary dan polishing filter. Tahapan selanjutnya, air dari filter tank dialirkan menujucartridge filter yang memiliki clearence sebesar 5 μm dengan tujuan untuk melindungi membranreverse osmosis dari suspended solids yang masih mungkin terkandung di dalam air.

Tahap Desalinasi

Air dari cartridge filter dialirkan menuju proses Desalination Reverse Osmosis. Desalination Reverse Osmosis  SWRO adalah proses filtrasi dengan menggunakan membran semi permeable dengan jalan membalik proses Osmosis. Pada tahap ini, air laut sudah berubah menjadi air tawar, dari konduktivitas 40.000-50.000 μS/cm sebelum masuk proses menjadi 700-800 μS/cm di akhir proses reverse osmosis ini.

Selanjutnya air akan mengalami proses decarbonator atau proses menghilangkan kandungan CO2dalam air. CO2 harus dihilangkan karena ia akan membentuk bikarbonat jika di dalam air dan dapat menurunkan pH. Proses ini dengan jalan menghembuskan udara ke dalam tangki air sisi bawah menggunakan blower, sehingga udara akan mengikat CO2 dalam air.

Setelah itu air ditampung kembali di tangki Permeate Storage Tank. Dari tangki ini, air dialirkan ke dua jalur yaitu jalur pertama untuk digunakan sebagai potable water dan service water, dan jalur yang kedua adalah menuju proses demineralisasi.

Air yang digunakan untuk potable dan service water mengalami proses-proses lanjutan sebagai berikut:

  • Diinjeksi soda ash yang bertujuan untuk menaikkan pH menjadi 9,2-9,6.
  • Penambahan sodium silikat untuk membuat lapisan pasif di permukaan pipa.
  • Air untuk potable water dialirkan ke carbon filter yang bertujuan untuk menghilangkan warna, bau, dan rasa. Kemudian diinjeksikan hipoklorit untuk membunuh mikroorganisme air. Selanjutnyapotable water masuk ke potable water tank sebelum dapat dipergunakan secara umum.
  • Sedangkan service water dialirkan ke service tank dan dipergunakan untuk keperluan umum serta kebutuhan pemadam kebakaran.

Tahap Demineralisasi

Tahap ini menggunakan air dari hasil tahap desalinasi. Demineralisasi juga menggunakan prosesreverse osmosis, yang membedakan adalah penggunaan membran semi permeable jenis lain. Air yang keluar dari proses ini akan memiliki nilai konduktifitas sebesar hanya 20-30 μS/cm dari 1000 μS/cm pada saat sebelum proses.

Selanjutnya air dialirkan menuju mixed bed dengan tujuan untuk menangkap ion-ion baik positif maupun negatif yang terdapat di dalam air dengan menggunakan resin. Resin merupakan polimerisasi dari difinil benzena dan stirine serta ditambah dengan gugus aktif. Kation resin memiliki gugus aktif H+ sedangkan anion resin memiliki gugus aktif OH.

Prinsip Reverse Osmosis

20111127-080243 PM.jpg

Air hasil dari proses demineralisasi inilah yang selanjutnya dipergunakan sebagai media kerja untuk proses siklus air – uap air. Selain itu juga dipergunakan sebagai media kerja auxiliary cooling water dan pendingin pada stator generator.

Pengolahan Air laut  menjadi air minum,  Air laut bagi  daerah di kawasan jalur laut,ancaman abrasi serta ekspansi air ke daratan memang bukan hal baru. Saat ini dalam radius dua hingga tiga kilometer pantai atau pertambakan banyak air sumur yang rasanya sudah payau.

Bahkan tak menutup kemungkinan dalam sepuluh tahun kedapan air laut, akan masuk ke daratan hingga 8-12 km dari bibir pantai dalam keadaan surut. Jika sudah demikian maka mau tak mau orang harus mengkonsumsi air yang sebenarnya tak lagi layak .

Padahal jika  orang yang mau meminum air payau bahkan air asin yang belum di olah maka efek yang diterima tubuh biasanya merugikan. Sebab dengan mengkonsumsi air payau bukannya menghilangkan rasa haus, melainkan justru dapat membuat kering tenggorokan akibat rasa asinnya yang getir

Dan mestinya Semua Pihak di Daerah

seperti ini mesti mulai memerhatikan kondisi semacam ini. Tak hanya daerah pinggir laut saja, teknologi ini juga bisa dipasang di daerah perbukitan ketika sumber air bersih juga sudah mulai susah didapat.

Sebenarnya teknologi pengolahan air laut atau payau menjadi air tawar yang kemudian diolah menjadi air minum seperti ini sudah biasa dipakai di daerah-daerah pengolahan minyak lepas pantai maupun kapal-kapal pesiar. Namun untuk ditawarkan atau setidaknya diperkenalkan pada masyarakat pesisir memang belum merata.

Padahal penerapan teknologi pengolahan air semacam ini sudah sangat perlu. Apalagi bila melihat situasi abrasi air laut yang semakin lama menorobos ke air tanah. Ini tentu tidak ada salahnya jika teknologi penyaringan air itu mulai diwujudkan untuk kepentingan masyarakat.

Di negara Qatar, Kuwait, serta negara jazirah Arab lain sudah sangat biasa minum air laut yang diolah melalu teknologi penyaringan air semacam ini.

Bahkan setelah diolah dengan alat ini kualitas airnya bisa lebih bagus dari air tanah yang biasa kita konsumsi. Contoh, bila air yang kita minum biasanya memiliki TDS (kadar terlarut padat) mencapai 120 ppm, air olahan memiliki TDS hanya 40 atau 75 ppm saja. Teknologi pengolahan air asin / air payau ini juga telah populer diterapkan di negara Singapura.

Di Indonesia, daerah yang telah menerapkan teknologi penyaringan air ini untuk mencukupi kebutuhan air bersih di masyarakat, Salah satunya  Nangroe Aceh Darusalam (NAD).

Pasca bencana tsunami membuat kebutahan air minum memang sangat sulit didapat. Rambahan air dari laut yang masuk ke tanah mencapai radius lebih dari 25 kilolemeter dari bibir laut. Sehingga atas bantuan internasional diadakan alat pengolahan air laut menjadi air layak minum.

Fasilitas atau instalasi pemurnian air minum di NAD ini berada di Ulee Lhee dan merupakan satu-satunya fasilitas penyulingan air laut menjadi air siap minum yang ada di Indonesia.

Instalasi pemurnian tersebut mampu mengolah 1.320 m3/hari dan menghasilkan air siap minum sebanyak 350 m3/hari. Dalam memenuhi kebutuhan air minum warga di Kecamatan Meuraxa instalasi penyulingan air ini bekerja delapan jam setiap hari.

Disebut satu-satunya karena kebanyakan proses pengolahan dan pemurnian air laut yang selama ini ada sekadar membuat air menjadi tawar atau hanya proses desalinisasi air laut saja. Beberapa jenisnya adalah distilasi air yang berdasarkan penguapan, proses dengan menggunakan membran reverse osmosis dan proses pertukaran ion

Sistem Reverse Osmosis

Alur proses pemurnian air di daerah Ulee Lhee yang diterapkan sejak Februari 2005 ini memang berbeda. Pasalnya fasilitas pengolahan air di NAD tersebut menggunakan sistem osmosis balik atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dalam pemurniannya. Proses pengolahan air ini dengan teknologi ini telah terbukti mampu menyaring garam-garam dalam ukuran sangat kecil.

Dengan proses pemurnian air ini air laut langsung menjadi tawar dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Teknologi pengolahan air ini mampu mengolah setiap tetesnya melewati beberapa unit elemen mesin dengan proses penyaringan air.

Air laut melalui pipa dengan kedalaman satu meter dari permukaan laut disedot dengan pompa untuk disaring dan terlebih dahulu dipisahkan dari benda pengotor seperti partikel padatan, plangton, pasir, dan lainya.
Proses kerjanya alat pengolahan air laut menjadi air minum ini memang cukup rumit dan sangat detail.

Dalam unit sand filtered water tank air asin /air payau disaring dari pasir yang ikut terbawa dalam air setelah terbebas dari partikel pengotor air ditampung dalam sebuah tangki, backwash water tank.

Agar air tersebut dapat benar-benar bersih maka perlu beberapa tahap penyaringan air, pada elemen cartridge filter air laut kembali disaring. Ini merupakan proses penyaringan akhir untuk partikel padatan dan mampu menyaring partikel dengan ukuran terkecil sekalipun.

Komponen utama instalasi pemurnian air ini adalah mesin Reverse osmosis.  Ini terdiri dari dua mesin yaitu Reverse osmosis I dan Reverse osmosis II.

Di dalam unit ini air tawar dan air asin dipisahkan dengan menggunakan membran semi permiabel. Aliran air akan berbalik yakni dari air asin ke air tawar melalui membran semi perniabel bila diberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosisnya.

Di dalam unit ini air laut dimurnikan. Semula yang berasa asin dapat dinetralkan sehingga menjadi tawar. Mesin pengolahan air ini dengan memanfaatkan membran yang dapat mengikat ion-ion penyebab rasa asin sehingga diperoleh air tawar.

Pada Reverse osmosis I, air asin / air paytau dapat ditawarkan menjadi air murni 90 persen dan diperoleh air yang benar-benar murni pada Reverse osmosis II. Sementara ampas dari hasil sisa garam kembali dibuang ke laut.

Air yang dihasilkan instalasi pemurnian ini memiliki kandungan mineral yang dibutuhkan tubuh. Kandungan mineral yang dihasilkan dari fasilitas pemurnian ini memakai standar internasional jadi aman dikonsumsi untuk masyarakat.

Proses sterilisasi air untuk membasmi kuman dan mikroorganisme pemurnian air tersebut menggunakan klorin dengan konsentrasi tertentu. Kandungan klorin diperiksa setiap harinya. Kandungan klorin yang digunakan masih di bawah standar yaitu 0,2 ppm.

Air laut langung diminum tanpa di masak
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sejak pertengahan 2004 telah memperkenalkan teknologi pengolahan air laut (asin) atau air sungai menjadi air minum yang siap dikonsumsi tanpa melalui proses pemasakan.

Alat pengolah air minum yang dipakai di Kaltim tersebut merupakan teknologi pemurnian air siap minum tanpa menambahkan zat kimia di dalamnya.

Melalui teknologi penyaringan air tersebut, dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi krisis air bersih atau air minum yang dialami oleh sejumlah penduduk yang tinggal di kawasan pantai atau kesulitan mendapat air bersih.

Alat pengolahan air minum ini sendiri ada berbagai tipe dengan kapasitas produksi pengolah mulai 25.000 liter/ hari hingga 60 ribu liter/ hari.

Harga setiap unit pengolahan air laut menjadi air minum itu juga bervariasi, disesuaikan dengan kapasitas dan tipe mesin pengolah.
Namun memang harus diakui pengadaan fasilitas pemurnian air asin yang menghasilkan air siap minum membutuhkan dana yang cukup besar. Fasilitas pemurnian ini menggunakan mesin yang digerakkan oleh generator diesel dan solar bahan bakarnya.

Alat pengolahan air payau / asin menjadi air minum ini sendiri ada berbagai tipe dengan kapasitas produksi pengolah mulai 25.000 liter/ hari hingga 60 ribu liter/ hari. Sedangkan harga setiap unit pengolahan air minum itu juga bervariasi. Ini disesuaikan dengan kapasitas dan tipe mesin pengolah.

Tetapi melihat kondisi air di Kota Bandung, Semarang, Tegal, Surabaya maupun Jakarta, tidak ada salahnya jika pemerintah mulai memikirkan sejak sekarang demi pelayanan kepada masyarakat.

Pengolahan air laut menjadi air minum beraneka ragam, Pengolahan air laut dapat dilakukan dengan alat Sea Water Reverse Osmosis. Perbedaan antara air laut dan air tawar darat adalah pada segi kuantitas dan kualitas garamnya. Garam-garam utama yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%) dan sisanya (kurang dari 1%) teridiri dari bikarbonat, bromida, asam borak, strontium dan florida.

Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebut brine.
Air laut secara alami merupakan air saline dengan kandungan garam sekitar 3,5%. Beberapa danau garam di daratan dan beberapa lautan memiliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya. Sebagai contoh, Laut Mati memiliki kadar garam sekitar 30%.

Istilah teknik untuk keasinan lautan adalah halinitas, dengan didasarkan bahwa halida-halida terutama klorida adalah anion yang paling banyak dari elemen-elemen terlarut. Dalam oseanografi, halinitas biasa dinyatakan bukan dalam persen tetapi dalam “bagian perseribu” (parts per thousand , ppt) atau permil (‰), kira-kira sama dengan jumlah gram garam untuk setiap liter larutan.

Air laut dengan jumlah terbesar di bumi ini, sebesar 97.5% dari air keseluruhan perlu diolah agar dapat dikonsumsi. Namun, permasalahannya adalah kandungan garam terlarut menyebabkan diperlukannya treatment khusus sehingga air tersebut dapat di konsumsi oleh masyarakat. Salah satu treatmennya adalah dengan menggunakan filter membrane reverse osmosis.

 

Desalinasi Air laut Mengunakan Container Lebih Simple
Sebagai solusi krisis air, desalinasi telah dipakai oleh banyak negara untuk proses pengolahan air laut menjadi air minum. Desalinasi adalah proses penghilangan kelebihan garam dan mineral yang lain dari air. Secara lebih umum, desalinasi adalah penghilangan garam dan mineral.
Air didesalinasi untuk diubah menjadi fresh water yang sesuai untuk dikonsumsi manusia ataupun untuk irigasi. Terkadang proses menghasilkan tabel garam yang digunakan untuk kapal laut. Hal yang paling penting dari desalinasi adalah pada mencari teknologi yang paling efektif untuk menyediakan fresh water untuk manusia dimana air yang tersedia sangat terbatas.
Desalinasi skala besar biasanya menggunakan energi yang besar dan infrastruktur yang mahal untuk membuatnya dibandingkan menggunakan fresh water dari sungai atau air tanah. Di negara-negara Timur Tengah, energi yang besar tersebut dapat diatasi dengan besarnya cadangan minyak bumi, seiring dengan kelangkaan air mereka, telah membangun konstruksi desalinasi untuk wilayah ini. Pada pertengahan 2007, desalinasi Timur Tengah telah memenuhi 75% dari kapasitas total dunia.
Plant desalinasi yang terbesar di dunia adalah plant desalinasi Jebel Ali yang berada di Emirat Arab menggunakan multistage flash distillation dan menghasilkan 300 juta m3 air per tahun atau sekitar 2500 gallon (1 gallon US=3785 liter) air per detik. Plant desalinasi terbesar di Amerika berada di Tampa Bay Florida yang mendesalinasi 25 juta gallon (95000m3) air per hari pada Desember 2007 lalu.

Proses Desalinasi Air Laut menggunakan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)
Proses Pengolahan air laut menjadi air minum, adalah sebagai berikut :

Pre-treatment
Proses Pre-treatment untuk memisahkan padatan-padatan yang terbawa oleh umpan. Padatan-padatan tersebut jika terakumulasi pada permukaan membran dapat menimbulkan fouling. Pada tahap ini pH dijaga antara 5,5-5,8.

High pressure pump
Pompa bertekanan tinggi digunakan untuk memberi tekanan kepada umpan. Tekanan ini berfungsi sebagai driving force untuk melawan gradien konsentrasi. Umpan dipompa untuk melewati membran. Keluaran dari membran masih sangat korosif sehingga perlu diremineralisasi dengan cara ditambahkan kapur atau CO2. Penambahan kapur ini juga bertujuan menjaga pH pada kisaran 6,8-8,1 untuk memenuhi spesifikasi air minum.

Disinfection
Proses disinfection dilakukan dengan menggunakan radiasi sinar UV ataupun dengan cara klorinasi. Sebenarnya, penggunaan RO untuk desalinasi sudah cukup jitu untuk memisahkan virus dan bakteri yang terdapat dalam air. Namun, untuk memastikan air benar-benar aman (bebas virus dan bakteri), disinfection tetap dilakukan.

Krisis air yang terjadi di Indonesia dapat segera di atasi dengan metode desalinasi terutama Sea Water Reserve Osmosis dengan membrane Reverse Osmosis. Metode ini sangat cocok untuk diterapkan di wilayah Indonesia yang sering kesulitan air bersih baik karena kondisi geografisnya seperti pulau Batam, Irian Barat, dan wilayah-wilayah gersang maupun yang disebabkan musim kemarau panjang dan bencana alam. Teknologi membran merupakan solusi terbaik mengingat praktisnya alat tersebut untuk dipindahkan tempatnya.



Call Us
021- 88871689
Address
JL Ambasador III Blok A2 No 22-23 Pondok Ungu Sektor V Bekasi 17612
Site Search