call today
021- 88871689

News

SWRO


Seawater Reverse Osmosis (SWRO) Desalination

Sea Water Reverse osmosis: cara kerja Water makers SWRO
Apa fungsi alat pembuat air laut reverse osmosis? Inilah semua yang perlu Anda ketahui tentangnya, dijelaskan dengan cara yang mudah.

Desalinasi air laut adalah masalah yang selalu coba ditangani oleh para pelaut di seluruh dunia selama berabad-abad. Banyak solusi berbeda yang telah diusulkan: mulai dari merebus air – untuk memisahkannya dari garam – hingga desalinator dasar yang pertama. Baru-baru ini (lebih tepatnya pada tahun 1953), teknologi terobosan telah ditemukan yang memungkinkan proses desalinasi lebih efisien dan berfungsinya pembuat air. Teknologi yang sedang kita bicarakan adalah reverse osmosis.

Sea WaterReverse Osmosis, (SWRO)sebuah fenomena alam yang terjadi pada banyak organisme hidup, adalah proses dimana pelarut (seperti air) melewati membran semipermeabel. Membran tidak memungkinkan zat terlarut lewat (seperti garam, misalnya). Di alam, proses ini terjadi untuk menyeimbangkan dua pelarut dengan salinitas berbeda. Faktanya, selama osmosis, sejumlah pelarut dengan konsentrasi zat terlarut lebih rendah bergabung dengan pelarut dengan salinitas lebih tinggi. Dengan cara ini konsentrasi kedua pelarut akan hampir sama.Reverse osmosis adalah kebalikan dari fenomena buatan.

Marine water makers dan reverse osmosis

Berkat tekanan tinggi, dalam osmosis balik, pelarut dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi didorong ke membran semipermeabel. Pada saat yang sama, membran tidak membiarkan zat terlarut lewat, sehingga memisahkannya dari pelarut. Jadi, hasilnya tidak ada lagi dua pelarut dengan konsentrasi zat terlarut yang sama. Sebaliknya, akan ada dua pelarut yang sama sekali tidak seimbang dalam zat terlarut yang dikandungnya.

Pada pembuat air laut, pelarutnya adalah air dan zat terlarutnya adalah garam. Melalui reverse osmosis dan membran osmosis, garam dipisahkan dari air, menjadikannya bebas garam mineral sepenuhnya. Selain itu, membran osmosis juga berhasil menahan semua partikel mikro yang terkandung di dalam air – seperti bakteri dan plastik. Dengan cara ini air menjadi bisa diminum.

Agar reverse osmosis menjadi efisien, diperlukan tekanan yang tinggi (biasanya sekitar 800 psi). Pada pembuat air laut, hasil ini dicapai dengan menggunakan pompa bertekanan tinggi. Namun, pompa ini mempunyai beberapa kekurangan: memerlukan daya yang besar, sangat bising, dan menghasilkan banyak getaran.

Sea Water Reverse osmosis (SWRO) merupakan inti dari proses desalinasi air laut. Langkah-langkah lain dari proses ini dapat diringkas secara skematis sebagai berikut

Air laut disedot oleh feed pump.
Filter melakukan prafiltrasi kotor pertama pada air, menghilangkan kotoran yang lebih besar (seperti pasir, sedimen, mikroplastik, dll.) yang dapat merusak pembuat air atau membran osmosisnya.
Pompa bertekanan rendah berkat bantuan Sistem Pemulihan Energi mendorong air laut melawan membran osmotik pada tekanan yang cukup untuk menghasilkan pemisahan antara air tawar dan air garam. Air garam dikembalikan ke Sistem Pemulihan Energi untuk mentransfer seluruh energi hidrolik ke perangkat, dan kemudian terus menerus dibuang ke laut, sedangkan air tawar dikirim ke tangki.
Membran osmotik kemudian menyebabkan terjadinya osmosis balik, memisahkan garam dari air dan menghasilkan air minum.
Air bersih yang dikumpulkan dari tangki kemudian dialirkan ke titik-titik konsumsi melalui pompa air tawar yang terpasang di kapal, dimana air tersebut dapat diminum, digunakan untuk mandi, untuk mencuci piring dan sebagainya. Selalu disarankan untuk menggunakan filter tambahan pada keran dapur yang ditujukan untuk suplai air minum.

Konsumsi energi di pengoahan air laut, teknologi di negara maju berenergi rendah, dan perkembangan masa depan untuk meningkatkan efisiensi energi,Wattech Terus mengembangakan teknlogi SWRO untuk mendapatkan energy yang lebih efisienKonsumsi energi yang tinggi merupakan masalah penting yang terkait dengan desalinasi air laut reverse osmosis (SWRO), meskipun SWRO telah dianggap sebagai salah satu proses desalinasi air laut yang paling hemat energi. Artinya SWRO menggunakan lebih banyak bahan bakar fosil dan sumber energi lain untuk produksi air, sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan seperti emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, konsumsi energi SWRO yang tinggi harus diatasi untuk meminimalkan dampak lingkungan dan memungkinkan eksploitasi air laut secara berkelanjutan. Namun tren konsumsi energi di SWRO saat ini tampaknya telah mencapai titik jenuh, yang masih lebih tinggi dari energi minimum teoritis. Untuk menemukan strategi baru dan inovatif dalam menurunkan konsumsi energi saat ini, diperlukan pemahaman komprehensif tentang penggunaan energi di pembangkit listrik SWRO mulai dari analisis teoritis hingga konsumsi energi aktual di pembangkit listrik SWRO yang sebenarnya. Buku ini dapat memberi pembaca informasi tentang kondisi konsumsi energi saat ini di pembangkit listrik SWRO yang sebenarnya, pemahaman mendasar tentang penggunaan energi pembangkit listrik SWRO dari sudut pandang teoretis, serta teknologi dan proses canggih yang dapat diterapkan untuk pengurangan energi di masa depan. Selain itu, buku ini akan menawarkan metodologi rinci untuk menganalisis permasalahan energi dalam desalinasi air laut. Melalui buku ini, pembaca akan memperoleh wawasan tentang cara menangani dan menganalisis permasalahan energi dalam desalinasi SWRO.

SWRO (Sea water Reverse Osmosis)Adalah sistem Pengolahan Air Laut Air Asin,SWRO adalah salah satu proses yang memungkinkan desalinasi (atau menghilangkan garam dari air laut). Selain itu, reverse osmosis digunakan untuk daur ulang, pengolahan air limbah, dan bahkan dapat menghasilkan energi.

SWRO (Sea water reverse osmosis) Adalah System Desalinasi Dengan Cara Memisahan digunakan untuk mengurangi kandungan garam terlarut dalam air garam ke tingkat yang dapat digunakan. Semua proses desalinasi melibatkan tiga aliran cairan: air umpan yang mengandung garam (air payau atau air laut), air produk dengan salinitas rendah, dan konsentrat yang sangat asin (air garam atau air buangan).

Produk sampingan dari Sea water reverse osmosis SWRO desalinasi adalah air garam. Air garam adalah larutan garam pekat (dengan lebih dari 35.000 mg/1 padatan terlarut) yang harus dibuang, umumnya dengan membuangnya ke akuifer garam dalam atau air permukaan dengan kandungan garam lebih tinggi. Air garam juga dapat diencerkan dengan limbah yang telah diolah dan dibuang dengan cara disemprotkan ke lapangandan/atau area terbuka lainnya.

Air produk dari proses desalinasi Sea water reverse osmosis SWRO umumnya adalah air dengan kandungan padatan terlarut kurang dari 500 mg/1, sehingga cocok untuk sebagian besar penggunaan rumah tangga, industri, dan pertanian.

Desalinasi SWRO atau EDI?

Ada dua jenis proses membran yang digunakan untuk desalinasi: Sea Water reverse osmosis SWRO dan elektrodialisis (ED). Yang terakhir ini umumnya tidak digunakan di Amerika Latin dan Karibia. Dalam proses RO, air dari larutan garam bertekanan dipisahkan dari garam terlarut dengan mengalir melalui membran permeabel air. Permeat (cairan yang mengalir melalui membran) didorong untuk mengalir melalui membran melalui perbedaan tekanan yang tercipta antara air umpan bertekanan dan air produk, yang berada pada tekanan mendekati atmosfer. Air umpan yang tersisa berlanjut melalui sisi reaktor yang bertekanan sebagai air garam. Tidak ada pemanasan atau perubahan fasa yang terjadi. Kebutuhan energi utama adalah untuk Sea water reverse osmosis SWRO Dan BWRO Adalah tekanan awal air umpan. Untuk desalinasi air payau, tekanan operasi berkisar antara 250 hingga 400 psi, dan untuk desalinasi air laut dari 800 hingga 1 000 psi.

Dalam praktiknya, air umpan dipompa ke dalam wadah tertutup, berlawanan dengan membran, untuk memberikan tekanan. Ketika air produk melewati membran, sisa air umpan dan larutan air garam menjadi semakin pekat. Untuk mengurangi konsentrasi sisa garam terlarut, sebagian larutan air garam pekat ini dikeluarkan dari wadah. Tanpa pelepasan ini, konsentrasi garam terlarut dalam air umpan akan terus meningkat, sehingga memerlukan masukan energi yang semakin besar untuk mengatasi peningkatan tekanan osmotik secara alami.

Sistem Sea water reverse osmosis SWRO terdiri dari empat komponen/proses utama: (1) pra-perlakuan, (2) tekanan, (3) pemisahan membran, dan (4) stabilisasi pasca-perlakuan. Gambar 16 mengilustrasikan komponen dasar sistem reverse osmosis.

Perlakuan awal: Air umpan yang masuk diolah terlebih dahulu agar kompatibel dengan membran dengan menghilangkan padatan tersuspensi, menyesuaikan pH, dan menambahkan penghambat ambang batas untuk mengontrol kerak yang disebabkan oleh konstituen seperti kalsium sulfat.24,000.

Tekanan Pompa SWRO

Pompa menaikkan tekanan air umpan yang telah diolah sebelumnya ke tekanan operasi yang sesuai untuk membran dan salinitas air umpan.

Membran SWRO:

Membran SWRO (sea water reverse Osmosis)Semi permeabel menghambat lewatnya garam terlarut sekaligus membiarkan air hasil desalinasi melewatinya. Penerapan air umpan pada rakitan membran menghasilkan aliran produk air tawar dan aliran penolakan air garam yang pekat. Karena tidak ada membran yang sempurna dalam penolakannya terhadap garam terlarut, sebagian kecil garam melewati membran dan tetap berada dalam air produk. Membran reverse osmosis SWRO hadir dalam berbagai konfigurasi. Dua di antara yang paling populer adalah luka spiral dan membran serat halus berongga (lihat Gambar 17). Umumnya terbuat dari selulosa asetat, poliamida aromatik, atau, saat ini, komposit polimer film tipis. Kedua jenis ini digunakan untuk desalinasi air payau dan air laut, meskipun membran spesifik dan konstruksi bejana tekanan bervariasi sesuai dengan tekanan operasi berbeda yang digunakan untuk kedua jenis air umpan.

Stabilisasi: Produk air dari Penggunaan membran SWRO | Sea Water Reverse Osmosis| biasanya memerlukan penyesuaian pH dan degasifikasi sebelum dipindahkan ke sistem distribusi untuk digunakan sebagai air minum. Produk melewati kolom aerasi dimana pH dinaikkan dari nilai sekitar 5 ke nilai mendekati 7. Dalam banyak kasus, air ini dibuang ke tangki penyimpanan untuk digunakan nanti.

Ruang lingkup penggunaan SWRO | Sea Water Reverse Osmosis | sangat luas

Kapasitas instalasi desalinasi SWRO Sea water Reverse Osmosis balik yang dijual atau dipasang selama periode 20 tahun antara tahun 1960 dan 1980 adalah 1.050.600 m3/hari. Selama 15 tahun terakhir, kapasitas ini terus meningkat sebagai akibat dari pengurangan biaya dan kemajuan teknologi. Air desalinasi RO telah digunakan sebagai air minum dan untuk keperluan industri dan pertanian.

Penggunaan Air Minum: Teknologi RO saat ini digunakan di Argentina dan wilayah timur laut Brasil untuk desalinasi air tanah. Membran baru sedang dirancang untuk beroperasi pada tekanan yang lebih tinggi (7 hingga 8,5 atm) dan dengan efisiensi yang lebih besar (menghilangkan 60% hingga 75% garam ditambah hampir semua bahan organik, virus, bakteri, dan polutan kimia lainnya).

Penggunaan Industri: Aplikasi industri yang memerlukan air murni, seperti pembuatan komponen elektronik, makanan khusus, dan obat-obatan, menggunakan osmosis balik sebagai elemen proses produksi, yang memerlukan konsentrasi dan/atau fraksinasi aliran proses basah.

Penggunaan Pertanian: Petani rumah kaca dan hidroponik mulai menggunakan osmosis balik untuk desalinasi dan pemurnian air irigasi untuk penggunaan rumah kaca (air produk RO cenderung lebih rendah bakteri dan nematoda, yang juga membantu mengendalikan penyakit tanaman). Teknologi reverse osmosis telah digunakan untuk aplikasi jenis ini oleh seorang petani di Negara Bagian Florida, AS, yang produksi mentimun Eropa dalam mesin 22 ac. rumah kaca meningkat dari sekitar 4.000 lusin mentimun/hari menjadi 7.000 lusin ketika petani mengubah pasokan air irigasi dari sumber saluran air permukaan yang terkontaminasi menjadi sumber air tanah payau desalinasi RO. Sistem reverse osmosis 300 l/hari, menghasilkan air dengan kurang dari 15 mg/1 natrium, digunakan.

Di beberapa kepulauan Karibia seperti Antigua, Bahama, dan Kepulauan Virgin Britania Raya (lihat studi kasus di Bagian C, Bab 5), teknologi reverse osmosis telah digunakan untuk menyediakan pasokan air publik dengan tingkat keberhasilan yang moderat.

Di Antigua, ada lima unit reverse osmosis yang menyediakan air ke Otoritas Utilitas Umum Antigua, Divisi Air. Setiap unit RO mempunyai kapasitas 750.000 l/hari. Selama periode delapan belas bulan antara Januari 1994 dan Juni 1995, pabrik di Antigua memproduksi antara 6,1 juta l/hari dan 9,7 juta l/hari. Selain itu, hotel resor besar dan perusahaan pembotolan memiliki pabrik desalinasi.

Di Kepulauan Virgin Britania Raya, semua air yang digunakan di pulau Tortola, dan sekitar 90% air yang digunakan di pulau Virgin Gorda, disuplai melalui desalinasi. Di Tortola, terdapat sekitar 4.000 sambungan air yang melayani populasi 13.500 penduduk sepanjang tahun dan sekitar 256.000 pengunjung setiap tahunnya. Pada tahun 1994, perusahaan air minum pemerintah membeli 950 juta liter air desalinasi untuk didistribusikan di Tortola. Di Virgin Gorda, terdapat dua pabrik desalinasi air laut. Keduanya memiliki saluran masuk air laut terbuka yang membentang sekitar 450 m lepas pantai. Pabrik-pabrik ini melayani populasi 2.500 penduduk sepanjang tahun dan populasi pengunjung 49.000 setiap tahunnya. Ada 675 sambungan ke sistem air umum di Virgin Gorda. Pada tahun 1994, perusahaan air minum pemerintah membeli 80 juta liter air untuk didistribusikan di Virgin Gorda.

Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) RO Air laut Lepas Pantai
Water makers mesin Pembuat air bersih sangat penting jika banyak orang harus mendapatkan air minum di kapal Angkatan Laut, kapal pesiar, atau platform lepas pantai.

Penyaluran air minum harus memenuhi standar kualitas air nasional/internasional yang diberikan oleh Badan Satandarisasi Yang Berwenang Di Indonesia

Unit SWRO terkecil kami dibuat untuk kapal selam atau kapal pesiar besar. Yang lebih besar diperuntukkan bagi kapal pesiar yang membutuhkan ratusan ton air bersih per hari.

WATTECH memasok suku cadang lengkap ke seluruh indonesia. Kinerja utama kami adalah merespons kebutuhan pelanggan dengan cepat dan akurat. Kami dapat memasok barang kapan pun diperlukan dan tim layanan kami beroperasi di seluruh indonesia

SWRO hemat biaya atau tidak?

SWRO (Sea Water Reverse Osmosis ) tidak mahal untuk dibuat dan dioperasikan dalam jangka waktu yang lama. Namun, perkembangan terkini dalam komponen pengolahan air yang mencakup kemajuan membran osmosis balik (penolakan tinggi, biaya energi rendah) dan perangkat pemulihan energi, telah membuat biaya terkait pabrik desalinasi jauh lebih rendah. Sedemikian rupa sehingga mesin desalinasi kini telah menjadi sumber distribusi air alternatif yang hemat biaya. Oleh karena itu, sebagian besar pemerintah negara telah mulai menggunakannya dalam rencana pengelolaan air mereka sebagai alat untuk membantu mencapai tujuan air saat ini dan masa depan.



REVERSE OSMOSIS


Kapasitas 120tpd 150 Tpd 300tpd

Reverse Osmosis Kami sudah banyak terpasang Di Kapal Tanker, Kapal-kapal Supplay,Kapal Crane Bass,kapal Offshore, Di indonesia

Untuk Mendapat informasi Lebih Lengkap hubungi kami

REVERSE OSMOSIS
REVERSE OSMOSIS,WATTECH PT TSM


Wattech 6 Tahap RO dengan UV Disinfeksi dan Booster Pump Sistem Penyaringan Air


WRO HM 6 Stage Reverse Osmosis Sistem dengan Ultraviolet Disinfeksi dan Booster Pump
12-100 Galon / Hari

Sepenuhnya Rakitan Under-The-Counter Reverse Osmosis Sistem

Wattech 6 Point Dari Pengunaan  RO Sistem menyediakan kelangsungan penyediaan air minum segar bersih dan menggabungkan sistem pasca-filtrasi ultraviolet untuk mensterilkan air. Sistem ini mencakup pompa booster untuk menaikkan tekanan air umpan dan merupakan pilihan ideal ketika tekanan air yang masuk kurang dari 40 PSI. Wattech HM Series sistem penyaringan air RO perumahan kami menggunakan  teknologi semi Permable  osmosis Balik untuk menghasilkan air murni untuk minum, memasak dan rumah tangga lainnya menggunakan. Sempurna untuk rumah atau kantor dapur, ini kompak sistem HRO bawah-the-counter yang lengkap dengan pre filter dan filter pos dan datang dengan kran, tangki penyimpanan 3 galon dan kit instalasi. Sistem dirakit pada SS braket  untuk dipasang di dinding di bawah wastafel atau di lokasi terdekat.

Manfaat

  • Sistem RO Menghilangkan hingga 99% padatan terlarut, klorin, fluorida, mikroorganisme, dan logam berat seperti barium, kadmium, kromium, timbal, dan merkuri dari air Anda. Gunakan air murni RO untuk minum, memasak & es untuk meningkatkan rasa dan meningkatkan manfaat kesehatan.
  • Disinfeksi Ultraviolet menghasilkan 99,99% penghancuran bakteri, virus, dan Kista Protozoa (Giardia Lamblia dan Cryptosporidium) pada aliran terukur.
  • Sistem Home RO dapat digunakan untuk menyuplai air yang disaring ke pembuat es/dispenser air di lemari es dengan memasukkan fitting tee cabang (dijual terpisah) di antara Sistem UV dan keran.
  • Sistem Home RO dilengkapi dengan katup penutup otomatis untuk menghilangkan limbah dengan menutup saluran umpan ketika tangki sudah penuh.
  • Sambungkan cepat titik koneksi masuk/keluar untuk memudahkan pemasangan. Kit instalasi lengkap dan manual produk disertakan dengan setiap sistem RO rumah.
  • Sistem Home RO dirakit pada braket SS tugas berat untuk dipasang di dinding di bawah wastafel atau di dalam
  • Hemat! Konsumen biasanya menghabiskan miliaran setiap tahunnya untuk produk air minum kemasan. Penggunaan sistem reverse osmosis akan menghilangkan kebutuhan mengeluarkan uang untuk membeli air kemasan yang mahal.
  • Ramah lingkungan. Pengurangan pembelian air minum kemasan dengan menggunakan sistem reverse osmosis akan membantu lingkungan dengan mengurangi jumlah plastik yang dikirim ke tempat pembuangan sampah.

Details

Wattech HM 6-Stage Home RO Systems with UV and Pump Ordering Information

RO System Model No. System Flow Rate
AAA-126P*-UV 12 Gallons per Day
AAA-246P*-UV* 24 Gallons per Day
AAA-366P*-UV 36 Gallons per Day
RO System Model No. System Flow Rate
AAA-506P*-UV 50 Gallons per Day
AAA-756P*-UV 75 Gallons per Day
AAA-1006P*-UV 100 Gallons per Day
  • Sistem Tersedia untuk Pengiriman Segera.
    Dimensi Sistem RO: 16”L × 21,5”T × 6”D  | Dimensi Tangki: 11” dia × 14”H
    Berat dan Dimensi Pengiriman:  45 pon, 20″ x 20″ x 20″
    *Harap tambahkan kode voltase kami di akhir nomor model saat memesan. Contoh: AAA–506PU-UV

U = USA: 110-115v/ 60Hz

usa2prong

E = Europe: 230v/50Hz

euro2prong

J = Japan: 100v/50-60Hz

japan2prong

Kit Instalasi Standar (Termasuk)

  1. 4 Gal. Storage Tank*
  2. Tank Valve*
  3. Faucet Kit
  4. Feed Adapter Kit
  5. Drain Saddle
  6. Filter Wrench
  7. Tubing (color-coded)
  8. Installation & Operation Manual
installation kit

Pemasangan kusus Sistem RO under-counter

Typical installation

Features

Stage 1: 5M Sediment Filter in a white housing with flat cap and  ¼” FNPT connectionsStage 2: Carbon Block Cartridge in a white housing with flat cap and ¼” FNPT connections

Stage 3: Carbon Block Cartridge in a white housing with flat cap and ¼” FNPT connections

Stage 4: AMI® Thin Film RO Membrane element in a white membrane housing with ⅛” FNPT connections

Stage 5: In-line GAC Filter for final polishing of taste and odor, ¼” quick connect in/out connections

Stage 6: The water runs through a UV disinfection system just before dispensing from the faucet for 99.99% destruction of bacteria, virus & protozoan cysts.

AMI Home Drinking Water RO System Water Filters with Ultraviolet Disinfection

Applications

  • Tempat Penggunaan Air Minum di Perumahan
  • Kantor Tempat Penggunaan Air Minum
  • Aquariums
  • Institutions
  • Restaurants
  • Ice Makers
  • Labs
  • Wide Variety of Other Applications


Informasi Lengkap Reverse Osmosis Di indonesia


                                                            REVERSE OSMOSIS INDONESIA

Semua Informasi Tentang  Reverse Osmosis di Indonesia Ada di sini !! Sistem Teknologi  Penjualan Harga Perbaikan Penggantian Pemasangan Baru konsultasi  Sistem Reverse Osmosis  TWRO,RO tap water,BWRO,RO Air Payau , RO Air Laut Instalasi SWRO dan Pengolahan Air Di Indonesia Dengan Teknologi Membran Reverse Osmosis Kami Memberikan Pelayanan Terbaik  Untuk Mesin Pengolahan Air Dengan kemurnian Tinggi Untuk Memenuhi kebutuhan Industri Makanan Minuman Perhotelan Kepulauan Perikanan Pertambangan Dan Berbagai kebutuhan air bersih dan air minum Lainnya kami Juga melayani permintaan pengolahan air dengan spesifikasi kusus Untuk Industri Farmasi, Peternakan,Air baku Boiler,laboratorium,Rumah sakit Dan Lainya, RO menghasilkan air lebih besar  Menggunakana sistem RO lebih efektif dan aman Sistem filtrasi Reverse Osmosis sepenuhnya otomatis dan lebih  murah Reverse Osmosis indonesia Wattech Membeikan Jaminan Dan Kwalitas Hasil Air terbaik Di indonesia Kami telah berpengalaman lebih dari 20 tahun bekerja untuk Pengembangan dan inovasi teknologi reverse osmosis di indonesia untuk berbagai kebutuhan air minum dan air bersih

                                                                 Reverse Osmosis

Jika Anda sedang mencari pemurni air yang akan menyediakan air minum  Dan air bersih yang luar biasa untuk rumah Anda atau bisnis, dan air baku untuk  Industri. Reverse Osmosis (RO) filtrasi adalah salah satu yang paling populer dan metode penyaringan air terbaik yang tersedia di indonesia dan  Dunia

 Jika Anda sedang mencari sistem penyaringan air yang akan memberikan Anda air yang luar biasa …kwalitasnya
Berikut adalah beberapa alasan untuk mempertimbangkan Reverse Osmosis:
1 Improves Taste
Reverse Osmosis Filter Menghilangkan rasa bau dan Warna  air, dengan cara  membuang 99,6% kontaminan yang menyebabkan rasa  bau  Warna Dan Masalah Air Minum  air bersih Lainya
2 Pemeliharaan  Simple
sistem RO memiliki sedikit Penggerak atau bagian diganti membuat sistem RO mudah di bersihkan dan Perawatanya sangat mudah
3 Hemat  Uang
Dengan sistem RO, Anda dapat Menghentikan  layanan pengiriman air  Minun Kemasan dan Tidak lagi membeli air kemasan . filtrasi Osmosis Terbalik memberikan “air lebih baik dari Air Kemasan” Untuk kualitas air Terbaik Anda hanya bayar 750 Ruipah per galon 19 Liter
4 Menghilangkan  Kotoran
sistem RO menghilangkan polutan dari air termasuk nitrat, pestisida, sulfat, fluorida, bakteri,virus,obat-obatan, arsen dan banyak lagi. Sebuah sistem RO ‘filter karbon juga akan menghilangkan klorin/kaporit  dan chloramines.
Cari tahu mengapa jutaan rumah tangga suka reverse osmosis

 REVERSE OSMOSIS UNTUK SEMUAKEBUTUHAN AIR

 PT TIRTA SUMBER MAKMUR

TLP : 021 88871689 – 88982788 – FAX : 021 88875099

HP : 0811836889 0818719119

Email: obed@wattech.co.id – wattech@ymail.com

Wirehouse : Jl Raya kali abang tengah No 24 kampung kepu Bekasi Utara Jawa barat Indonesia

indonesiaReverse Osmosis IndonesiaContainer Sea Water Container Reverse Osmosis Indonesia SWRO

Bagaimana Reverse Osmosis Desalinasi Air Laut Bekerja?

Ada dua tujuan utama dari sistem SWRO. Yang pertama adalah membuat air laut atau air payau dapat diminum dengan menghilangkan kandungan garamnya. Yang lainnya adalah menghilangkan semua kotoran untuk memastikan bahwa air tidak memiliki kontaminan.

Air laut memiliki hingga 3,5 persen garam dan elemen lain yang tidak diinginkan seperti silika, warna, dan mikroorganisme. Air laut pertama-tama ditambahkan ke perangkat SWRO melalui pipa masuk untuk menghilangkan semua ini. Kemudian, air akan masuk ke baskom atau tangki pemerataan. Setelah itu, air melewati proses pra-perawatan yang menghilangkan partikel besar kotoran. Selain itu, ini akan membantu mencegah pengotoran membran RO.

Setelah proses pra-perawatan selesai, air dikirim ke tahap reverse osmosis, di mana tekanan diberikan untuk memastikan bahwa tekanan osmotik teratasi. Selanjutnya, air melewati membran ke daerah konsentrasi garam rendah. Garam mengalir untuk masuk ke larutan pekat yang dikenal sebagai air garam.

Kemudian, air yang dialirkan ke daerah konsentrasi garam rendah dimasukkan melalui proses pasca perawatan yang biasanya meliputi disinfeksi dan remineralisasi. Setelah proses pasca perawatan selesai, air murni tersedia untuk dikonsumsi. Pada saat yang sama, konsentrat air asin dibuang kembali ke laut dengan mengikuti protokol yang membantu mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi pada ekosistem laut.

Pro dan Kontra Proses SWRO

Sekarang setelah Anda memiliki gambaran tentang cara kerja sistem SWRO dan aplikasinya, sekarang saatnya untuk mengetahui pro dan kontra proses osmosis balik desalinasi air laut atau proses SWRO.

Proses

Sistem SWRO yang dirancang saat ini sangat hemat ruang dan kompak. Anda tidak perlu banyak modal untuk berinvestasi di dalamnya. Mereka bagus untuk kebutuhan air komersial atau industri seperti hotel dan fasilitas manufaktur. Seringkali, kotamadya juga menggunakannya. Mereka dapat melayani kebutuhan air yang besar dengan efisiensi dan efektivitas.

Pelestarian Sumber Air Tawar

Ketika ketergantungan pada sistem SWRO meningkat, ketergantungan pada sumber air tawar biasanya berkurang. Ini bagus karena sumber air tawar cepat habis, sedangkan laut adalah alternatif yang bagus untuk mendapatkan air dalam jumlah besar. Lautan memiliki lebih dari 95 persen air yang ada di Bumi.

Cocok untuk Kebutuhan Air dalam jumlah  Besar

Sistem SWRO sangat ideal untuk kebutuhan air yang sangat besar di beberapa industri seperti industri minyak & gas. Ini adalah pilihan yang jauh lebih baik daripada proses pengolahan air panas karena jumlah keluarannya lebih tinggi. Dalam proses termal, pengumpulan dan kondensasi uap akan menghasilkan air murni yang jauh lebih sedikit daripada proses osmosis balik.

Tidak Ada Keraguan Tentang Kualitas

Saat Anda menggunakan sistem SWRO, Anda tidak akan ragu dengan kualitas airnya. Airnya akan 100% murni, penuh mineral, dan memiliki TDS yang tepat. Ini juga akan memiliki pH yang diatur dan memberi Anda air yang tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna seperti yang Anda harapkan. Tidak akan ada pengecualian dalam kualitas selama sistem bekerja dengan baik.

Kontra Perlunya Pra-Perawatan

Filter pra-perawatan adalah bagian penting dari proses SWRO. Jika tidak ada, membran akan kehilangan nilainya dan mungkin menghasilkan air yang tidak murni atau menghasilkan lebih sedikit air daripada kemampuannya. Jadi, Anda tidak dapat melewatkan bagian dari proses perawatan ini.

Investasi Mahal

Berinvestasi dalam sistem SWRO itu mahal, dan Anda tidak dapat menghindari biaya awal tersebut. Tetapi biayanya akan sepadan ketika Anda mendapatkan air murni berulang kali untuk semua kebutuhan air curah. Juga, seiring dengan peningkatan teknologi, biaya biasanya lebih rendah. Itu telah terjadi di masa lalu, dan itu akan terjadi di masa depan juga.

Kebutuhan Energi

Sebagian besar sistem SWRO membutuhkan banyak energi agar dapat berfungsi dengan mulus. Solusi sederhana bisa dengan memulihkan energi tekanan osmotik yang disimpan dalam larutan konsentrat. Ini akan membantu menghemat biaya energi secara keseluruhan. Penggunaan penukar tekanan putar juga dapat dipertimbangkan.

Di mana Membeli Sistem SWRO? Percayakan Pada Wattech

WATTECH INDONESIA adalah merek teknologi pengolahan air yang terpercaya dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Kami membuat sistem SWRO canggih untuk penggunaan di darat dan lepas pantai.

Pembuat Air SWRO segar di darat, dirancang untuk penggunaan lahan, dapat diberi makan langsung dari laut atau sumur pantai mana pun dan akan mengubah air laut atau air payau asin menjadi air minum segar murni. Sistem wattech ini sempurna untuk lokasi yang tidak memiliki pasokan air bersih atau perkotaan, seperti daerah terpencil atau atol dan pulau yang lebih kecil yang tidak memiliki sumber air minum.

Pembuat air tawar laut lepas pantai WATTECH™ mengubah air laut yang diumpankan langsung dari laut menjadi kualitas air minum dan cocok untuk sebagian besar kapal, yacht, kapal industri lintas samudra, dan kapal militer.

Percayai kami saat Anda membutuhkan merek pengolahan air terkenal untuk merancang, membuat, dan menggunakan Pembuat Air Portabel Darurat, Pembuat Air Berbasis Darat, Produk Desalinasi Air Laut Laut, Desain Air Laut Militer,Kami juga menyediakan Untuk Berbagai kebutuhan air

DI INDONESIA ADA !      KENAPA ?…..HARUS IMPOR ?….

Tips!!!!

Membeli Sistim Reverse Osmosis Harus Selektif

Pastikan Mesin Reverse Osmosis di Rakit Di indonesia,

Pastikan Penjual Memiliki Pabrik Dan tempat perakitan sendiri

Pastikan penjual memiliki Stok Suku cadang sendiri

Pastikan Penjual memiliki Tenaga Ahli berpengalaman Di bidang Reverse Osmosis

Kerena Investasi Mesin Reverse Osmosis  Tidak Murah !!!!!!

Jangan Sampai Terjadi seperti Berita Di bawah ini !

JAKARTA – Direktur Pengembangan Air Minum, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU, Ir Danny Sutjiono mengatakan Reverse Osmosis Di indonesia bahwa Kementerian Pekerjaan Umum RI terus berupaya memperluas pengembangan teknologi pengolahan air laut untuk menghasilkan air bersih dan air minum, terutama di daerah-daerah terpencil dan pulau terluar yang tidak memiliki sumber air baku.

Ketika menjawab pertanyaan wartawan pada jumpa pers bersama para pemenang AMPL Award 2013 di sela-sela penutupan Konferensi Sanitasi & Air Minum (KSAN) 2013 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (31/10), Danny menjelaskan bahwa Ditjen Cipta Karya tidak berhenti untuk terus melakukan inovasi dalam penyediaan air minum bagi masyarakat di pulau-pulau terluar dan daerah terpencil.

Menurutnya, teknologi pengolahan air laut  Sistem Reverse Osmosis itu sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, namun persoalannya adalah siapa pihak yang akan memelihara dan mengoperasikan instalasi mesin pengolah air laut (reverse osmosis) itu di daerah-daerah terpencil. Di indonesia

“Tidak mungkin menuntut masyarakat di pulau-pulau terluar dan terpencil itu untuk mengelola teknologi pengolahan air laut,Reverse Osmosis  termasuk mengoperasikan dan memelihara instalasinya. Pasti sulit. Solusi yang dapat ditempuh adalah melalui ikatan kerja sama antara pemerintah daerah dengan produsen atau kontraktor Reverse Osmosis Di indonesia selama lima tahun dan diharapkan terjadi transfer teknologi,” katanya.

Ia kemudian menyebutkan bahwa Direktorat PAM telah menyediakan teknologi pengolahan air laut Reverse Osmosis  di Pulau Madura dengan kapasitas lima liter per detik untuk masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih.

Danny Sutjiono mengatakan bahwa mengolah air lau t menjadi air bersih dan air minum bisa dilakukan di mana saja di seluruh pelosok Indonesia Dengan Teknologi Reverse Osmosis Namun yang menjadi persoalan, selain sulitnya menunjuk masyarakat untuk mengelola, memelihara dan mengoperasikannya, juga masih sulitnya mencari operator mesin pengolah air laut yang sanggup dan bersedia tinggal di daerah terpencil.

“Tidak sulit untuk memberikan pelatihan bagi para operator untuk mengoperasikan mesin pengolah air laut, namun harus benar-benar siap tinggal di pulau-pulau terluar dan sepenuhnya mengelola instalasinya,” katanya.

Kesulitan lain adalah kemungkinan untuk mengganti peralatan mesin yang rusak, karena semuanya produk luar negeri. Ia membenarkan ada pabrik perlengkapan mesin pengolah air laut di Bekasi, Jawa Barat, namun hanya pabrik perakitan saja karena semua bahannya produk impor.

Danny kemudian menyontohkan ketika Direktorat PAM menyediakan sebuah kapal tanki yang dilengkapi fasilitas instalasi pengolah air laut (reverse osmosis/RO) untuk melayani masyarakat yang berada di beberapa pulau terluar di Provinsi Nusa Tenggara Timur.  “Kapal tanki itu dinamakan Kapal RO Tirta Nusa Samudera,” katanya.

Contoh lain adalah dibangunnya kolam laut di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, yang dilengkapi dengan teknologi pengolahan air laut Reverse Osmosis  dengan kapasitas 50 liter/detik. Kolam laut untuk skala kota itu sangat bermanfaat untuk masyarakat setempat, meskipun harganya lebih mahal dibanding air bersih hasil pengolahan dari sumber air baku sungai.

Direktur PAM juga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang mengembangkan teknologi pengolah air laut menjadi air bersih untuk melayani masyarakat di enam pulau terluar dan terpencil yang tidak memiliki air baku.

8 Mesin Pengolahan Air di Kepulauan Seribu Jadi Rongsokan

18 March 2015

Guna memenuhi kebutuhan air baku layak minum, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menambah mesin Reverse Osmosis (RO) untuk lima pulau di Kepulauan Seribu.
Alat penyulingan air laut menjadi air tawar layak minum yang dapat membuang polutan-polutan berbahaya ini disediakan untuk memenuhi kebutuhan air minum di Kepulauan Seribu yang penduduknya sudah mencapai 21 ribu jiwa.

Kepala Dinas Tata Air, Agus Priyono, mengaku telah menganggarkan dana alokasi untuk mesin Reverse Osmosis  di Kepulauan Seribu ini. Dalam RAPBD 2015, anggaran pengadaan mesin RO sebesar Rp55 miliar untuk 5 pulau.

“Nanti tinggal bagaimana kewenangan gubernur akan gunakan APBD 2014 atau 2015. Tapi pengadaan RO ini akan tetap ada. Pengadaan RO nya empat mesin. Ada satu RO yang bisa ada di dua pulau,” ujar Agus saat dihubungi  VIVA.co.id, Minggu 15 Maret 2015.

Kelima pulau tersebut adalah Pulau Tidung, Pramuka, Panggang, Kelapa, dan Untung Jawa. Ditambahkan Agus, jika tidak ada hambatan pembangunan mesin Reverse Osmosis  akan dimulai bulan Juni hingga Agustus tahun ini.

Delapan Mesin Reverse Osmosis  Rusak

Sementera itu, Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Tri Joko Sri Margianto mengaku bahwa semua mesin Reverse Osmosis (RO) milik Pemerintah DKI di Kepulauan Seribu tidak berfungsi. Alat penyulingan air laut ini dalam kondisi yang memprihatinkan. Hal ini jelas dapat menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan air bersih.

“Dari delapan unit RO tidak ada satu pun yang berfungsi,” ujar Tri saat dihubungi, Minggu 15 Maret 2015.

Delapan Reverse Osmosis  tersebut diantaranya tersebar di Pulau Tidung, Pramuka, Panggang, Kelapa, Untung Jawa, dan Harapan. Saat ini alat tersebut tidak berfungsi karena pemeliharaan yang kurang.

“Sepertinya di RAPBD 2013 dan 2014 tidak ada anggaran untuk memelihara RO di Kepulauan Seribu,” lanjutnya.

Saat ini masyarakat Kepulauan Seribu  harus membeli air galon seharga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu yang dibeli dari Kota Tangerang.

Menurut Tri, kesulitan memperoleh air bersih terjadi hampir merata ke seluruh wilayah Kepulauan Seribu. Terutama tiga pulau utama yang padat penduduk yaitu Tidung, Panggang, dan Kelapa.

Seperti yang diketahui, di Kepulauan Seribu air bersih dapat diperoleh dengan dua cara yaitu tadah hujan serta membelinya dari Tangerang dengan membayar ongkos angkut jalur laut.

Sumber : metro.news.viva.co.id – 15 Maret 2015

Reverse osmosis (Osmosis terbalik) atau RO adalah suatu metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi (lapisan penyaring). Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya. Membran seleksi itu harus bersifat selektif atau bisa memilah yang artinya bisa dilewati zat pelarutnya (atau bagian lebih kecil dari larutan) tapi tidak bisa dilewati zat terlarut seperti molekul berukuran besar dan ion-ion. Osmosis adalah sebuah fenomena alam yang terjadi dalam sel makhluk hidup dimana molekul pelarut (biasanya air) akan mengalir dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah Berkonsentrasi tinggi melalui sebuah membran semipermeabel. Membran semipermeabel ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel. Gerakan dari pelarut berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua sisi membran.

Reverse osmosis adalah sebuah proses pemaksaan sebuah terlarut dari sebuah daerah konsentrasi terlarut tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah terlarut rendah dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi Tekanan osmostik Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah solusi melalui Filter yang menangkap terlarut dari satu sisi dan membiarkan pendapatan pelarut murni dari sisi satunya.

Untuk mendapatkan air tawar dari air laut bisa dilakukan dengan cara osmosis terbalik, suatu proses penyaringan air laut dengan menggunakan tekanan dialirkan melalui suatu membran saring. Sistem ini disebut SWRO (Seawater Reverse Osmosis) dan banyak digunakan pada kapal laut atau instalasi air bersih di pantai dengan bahan baku air laut.

Proses Reverse  Osmosis

Reverse Osmosis adalah proses alami. Ketika dua cairan konsentrasi yang berbeda dipisahkan oleh sebuah membran semipermeabel, cairan memiliki kecenderungan untuk bergerak dari rendah ke konsentrasi zat terlarut tinggi untuk keseimbangan potensial kimia.

Secara formal, reverse osmosis adalah proses memaksa pelarut dari daerah konsentrasi zat terlarut tinggi melalui membran semipermeabel ke daerah konsentrasi zat terlarut rendah dengan menerapkan tekanan melebihi tekanan osmotik. Aplikasi terbesar dan paling penting dari reverse osmosis adalah pemisahan air murni dari air laut dan air payau, air laut atau air payau bertekanan terhadap satu permukaan membran, menyebabkan transportasi garam-menipis air melintasi membrane dan munculnya air minum dari sisi tekanan rendah.

Membran yang digunakan untuk reverse osmosis memiliki lapisan padat dalam matriks polimer – baik kulit membran asimetris atau lapisan interfasial dipolimerisasi dalam membran tipis-film-komposit – di mana pemisahan terjadi.

Dalam kebanyakan kasus, membran ini dirancang untuk memungkinkan air hanya untuk melewati melalui lapisan padat, sementara mencegah bagian dari zat terlarut (seperti ion garam). Proses ini mensyaratkan bahwa tekanan tinggi akan diberikan pada sisi konsentrasi tinggi membran, biasanya 2-17 bar (30-250 psi) untuk air tawar dan payau, dan 40-82 bar (600-1200 psi) untuk air laut, yang memiliki sekitar 27 bar (390 psi) [3] tekanan osmotik alam yang harus diatasi.Proses ini terkenal karena penggunaannya dalam desalinasi (menghilangkan garam dan mineral lainnya dari air laut untuk mendapatkan air tawar), namun sejak awal 1970-an itu juga telah digunakan untuk memurnikan air segar untuk aplikasi medis, industri, dan domestik.

Osmosis menjelaskan bagaimana pelarut bergerak antara dua solusi yang dipisahkan oleh sebuah membran permeabel untuk mengurangi perbedaan konsentrasi antara solusi. Ketika dua solusi dengan konsentrasi yang berbeda dari zat terlarut dicampur, jumlah total zat terlarut dalam dua solusi akan terdistribusi secara merata di jumlah total pelarut dari dua solusi.

Daripada mencampur dua solusi bersama-sama, mereka dapat dimasukkan ke dalam dua kompartemen di mana mereka dipisahkan dari satu sama lain dengan membran semipermeabel. Membran semipermeabel tidak memungkinkan zat terlarut untuk berpindah dari satu kompartemen ke lainnya, namun memungkinkan pelarut untuk bergerak.Karena kesetimbangan tidak dapat dicapai oleh pergerakan zat terlarut dari kompartemen dengan konsentrasi zat terlarut tinggi untuk yang satu dengan konsentrasi zat terlarut rendah, itu bukan dicapai dengan pergerakan pelarut dari daerah konsentrasi zat terlarut rendah ke daerah-daerah konsentrasi zat terlarut tinggi.Ketika pelarut bergerak jauh dari daerah konsentrasi rendah, hal itu menyebabkan daerah-daerah untuk menjadi lebih terkonsentrasi. Di sisi lain, ketika pelarut bergerak ke daerah-daerah konsentrasi tinggi, konsentrasi zat terlarut akan menurun. Proses ini disebut osmosis. Kecenderungan untuk pelarut mengalir melalui membran dapat dinyatakan sebagai “tekanan osmotik”, karena analog mengalir disebabkan oleh perbedaan tekanan. contoh Osmosis adalah difusi.

Dalam osmosis terbalik, dalam penyusunan yang sama seperti yang di osmosis, tekanan diterapkan ke kompartemen dengan konsentrasi tinggi. Dalam hal ini, ada dua kekuatan yang mempengaruhi gerakan air: tekanan yang disebabkan oleh perbedaan konsentrasi zat terlarut antara dua kompartemen (tekanan osmotik) dan tekanan eksternal diterapkan.

DESALINASI AIR LAUT Dengan Reverse Osmosis SWRO MENJAWAB KRISIS AIR BERSIH DAERAH PESISIR

Desalinasi Air Laut Menjawab Krisis Air Bersih Daerah Pesisir 

Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Sumber air tersebut ada yang diperoleh dari air tanah, mata air air sungai, danau dan air laut. Sumber air di bumi tersebut berasal dari suatu siklus air dimana tenaga matahari merupakan sumber panas yang mampu menguapkan air. Air baik yang berada di darat maupun laut akan menguap oleh panas matahari. Uap kemudian naik berkumpul menjadi awan. Awan mengalami kondensasi dan pendinginan akan membentuk titik-titik air dan akhirnya akan menjadi hujan. Air hujan jatuh kebumi sebagian meresap kedalam tanah menjadi air tanah dan mata air, sebagian mengalir melalui saluran yang disebut air sungai, sebagian lagi terkumpul dalam danau/rawa dan sebagian lagi kembali ke laut.

Meskipun Bumi 75% terdiri dari air, tapi hanya kurang dari 1% yang benar merupakan air yang siap digunakan. Krisis air bersih sudah melanda diberbagai belahan dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki luas wilayah 5.193.252 km2 dua per tiga luas wilayahnya merupakan lautan, yaitu sekitar 3.288.683 km2. Sehingga Indonesia juga memiliki julukan sebagai benua maritim. Ironinya di tengah kepungan air laut itu ternyata masih ada beberapa tempat yang mengalami kekurangan air, terutama mengenai ketersedian air bersih. Akibatnya, di tempat seperti itu air menjadi barang eksklusif. Masyarakatnya harus membeli untuk mendapatkan air bersih (Anonymous, 2008).

Laju konsumsi air bersih di dunia meningkat dua kali lipat setiap 20 tahun, melebihi dua kali laju pertumbuhan manusia. Beberapa pihak memperhitungkan bahwa pada tahun 2025, permintaan air bersih akan melebihi persediaan hingga mencapai 56%. Kekurangan air bersih dapat berpengaruh terhadap banyak hal, di antaranya dapat mengurangi pembangunan ekonomi dan menurunkan tingkat kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa dunia membutuhkan suatu cara untuk meningkatkan persediaan air bersih. Salah satu sumber yang berpotensi dijadikan sumber air bersih adalah air laut. Air laut dapat dijadikan air bersih dengan proses desalinasi (Shofnita, 2009).

Isi Tulisan

Desalinasi adalah proses pemisahan yang digunakan untuk mengurangi kandungan garam terlarut dari air garam hingga level tertentu sehingga air dapat digunakan. Proses desalinasi melibatkan tiga aliran cairan, yaitu umpan berupa air garam (misalnya air laut), produk bersalinitas rendah, dan konsentrat bersalinitas tinggi. Produk proses desalinasi umumnya merupakan air dengan kandungan garam terlarut kurang dari 500 mg/l, yang dapat digunakan untuk keperluan domestik, industri, dan pertanian. Hasil sampingan dari proses desalinasi adalah brine. Brine adalah larutan garam berkonsentrasi tinggi (lebih dari 35000 mg/l garam terlarut).

Distilasi merupakan metode desalinasi yang paling lama dan paling umum digunakan. Distilasi adalah metode pemisahan dengan cara memanaskan air laut untuk menghasilkan uap air, yang selanjutnya dikondensasi untuk menghasilkan air bersih. Berbagai macam proses distilasi yang umum digunakan, seperti multistage flash, multiple effect distillation, dan vapor compression umumnya menggunakan prinsip mengurangi tekanan uap dari air agar pendidihan dapat terjadi pada temperatur yang lebih rendah, tanpa menggunakan panas tambahan.

Metode lain desalinasi adalah dengan menggunakan membran. Terdapat dua tipe membran yang dapat digunakan untuk proses desalinasi, yaitu reverse osmosis (RO) dan electrodialysis (ED). Pada proses desalinasi menggunakan membran RO, air pada larutan garam dipisahkan dari garam terlarutnya dengan mengalirkannya melalui membran water-permeable. Permeate dapat mengalir melalui membran akibat adanya perbedaan tekanan yang diciptakan antara umpan bertekanan dan produk, yang memiliki tekanan dekat dengan tekanan atmosfer. Sisa umpan selanjutnya akan terus mengalir melalui sisi reaktor bertekanan sebagai brine. Proses ini tidak melalui tahap pemanasan ataupun perubahan fasa. Kebutuhan energi utama adalah untuk memberi tekanan pada air umpan. Desalinasi air payau membutuhkan tekanan operasi berkisar antara 250 hingga 400 psi, sedangkan desalinasi air laut memiliki kisaran tekanan operasi antara 800 hingga 1000 psi.

Dalam praktiknya, umpan dipompa ke dalam container tertutup, pada membran, untuk meningkatkan tekanan. Saat produk berupa air bersih dapat mengalir melalui membran, sisa umpan dan larutan brine menjadi semakin terkonsentrasi. Untuk mengurangi konsentrasi garam terlarut pada larutan sisa, sebagian larutan terkonsentrasi ini diambil dari container untuk mencegah konsentrasi garam terus meningkat.

Reverse osmosis (Osmosis terbalik) adalah sebuah istilah teknologi yang berasal dari osmosis. Osmosis adalah sebuah fenomena alam dalam sel hidup di mana molekul “solvent” (biasanya air) akan mengalir dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah Berkonsentrasi tinggi melalui sebuah membran semipermeabel. Membran semipermeabel ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel. Gerakan dari “solvent” berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua sisi membran.

Reverse osmosis adalah sebuah proses pemaksaan sebuah solvent dari sebuah daerah konsentrasi “solute” tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah “solute” rendah dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi tekanan osmotik. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap “solute” dari satu sisi dan membiarkan pendapatan “solvent” murni dari sisi satunya.

Reverse osmosis merupakan suatu metode pembersihan melalui membran semi permeable. Pada proses membran, pemisahan air dari pengotornya didasarkan pada proses penyaringan dengan skala molekul, dimana suatu tekanan tinggi diberikan melampaui tarikan osmosis sehingga akan memaksa air melalui proses osmosis terbalik dari bagian yang memiliki kepekatan tinggi ke bagian yang mempunyai kepekatan rendah. Selama proses tersebut terjadi, kotoran dan bahan yang berbahaya akan dibuang sebagai air tercemar (limbah). Molekul air dan bahan mikro yang berukuran lebih kecil dari Reverse Osmosis akan tersaring melalui membran. Di dalam membran Reverse Osmosis tersebut terjadi proses penyaringan dengan ukuran molekul, yakni partikel yang molekulnya lebih besar daripada molekul air misalnya molekul garam, besi dan lainnya, akan terpisah dan dalam membran osmosis balik harus mempunyai persyaratan tertentu, misalnya kekeruhan harus nol, kadar besi harus <0,1>.

Instalasi desalinasi dengan metode reverse osmosis di Barcelona

Sistem RO terdiri dari 4 proses utama, yaitu

(1) pretreatment,

(2) pressurization,

(3) membrane separation,

(4) post teatment stabilization:

Desalinasi dengan RO

1. Pretreatment: Air umpan pada tahap pretreatment disesuaikan dengan membran dengan cara memisahkan padatan tersuspensi, menyesuaikan pH, dan menambahkan inhibitor untuk mengontrol scaling yang dapat disebabkan oleh senyawa tetentu, seperti kalsium sulfat.

2. Pressurization: Pompa akan meningkatkan tekanan dari umpan yang sudah melalui proses pretreatment hingga tekanan operasi yang sesuai dengan membran dan salinitas air umpan.

3. Separation: Membran permeable akan menghalangi aliran garam terlarut, sementara membran akan memperbolehkan air produk terdesalinasi melewatinya. Efek permeabilitas membran ini akan menyebabkan terdapatnya dua aliran, yaitu aliran produk air bersih, dan aliran brine terkonsentrasi. Karena tidak ada membran yang sempurna pada proses pemisahan ini, sedikit garam dapat mengalir melewati membran dan tersisa pada air produk. Membran RO memiliki berbagai jenis konfigurasi, antara lain spiral wound dan hollow fine fiber membranes.

Tipe membran RO

4. Post Teatment Stabilization: Air produk hasil pemisahan dengan membran biasanya membutuhkan penyesuaian pH sebelum dialirkan ke sistem distribusi untuk dapat digunakan sebagai air minum. Produk mengalir melalui kolom aerasi dimana pH akan ditingkatkan dari sekitar 5 hingga mendekati 7 (Shofnita, 2009).

Sistem pretreatment yang mendukung sistem RO umumnya terdiri dari tangki pencampur (mixing tank), saringan pasir cepat (rapid sand filter), saringan untuk besi dan mangan (Iron & manganese filter) dan yang terakhir adalah sistem penghilang warna (colour removal).

Tabel Pandual Kualitas Air Hasil Pengolahan Sistem RO

Sumber: Herlambang

Keunggulan teknologi osmosis terbalik merupakan kecepatan proses pengolahan dalam memproduksi air bersih. Teknologi ini menggunakan tenaga pompa sehingga bisa memaksa produksi air keluar lebih banyak. Secara proses, sistem pengolahan osmosis ini menggunakan membran sebagai pemisah air dengan pengotornya. Pada proses dengan membran, pemisahan air dari pengotornya didasarkan pada proses penyaringan dengan skala molekul. Hal ini dilakukan karena di dalam proses desalinasi air laut dengan sistem osmosis balik, tidak memungkinkan untuk memisahkan seluruh garam dari air lautnya. Karena akan membutuhkan tekanan yang sangat tinggi sekali (Anonymous, 2009).

Untuk menghasilkan air tawar, air asin atau air laut dipompa dengan tekanan tinggi ke dalam suatu modul membran osmosis balik yang mempunyai dua buah pipa keluaran, yakni pipa keluaran untuk air tawar yang dihasilkan dan pipa keluaran untuk air garam yang telah dipekatkan. Kemudian di dalam membran osmosis balik tersebut terjadi proses penyaringan dengan ukuran molekul. Yaitu pemisahan partikel yang molekulnya lebih besar dari pada molekul air, misalnya molekul garam dan lainnya, ke dalam air buangan. Karena itu air yang akan masuk ke dalam membran osmosa balik harus mempunyai persyaratan tertentu, misalnya kekeruhan harus nol, kadar besi harus kurang dari 0,1 mili gram, densitas ph juga harus dikontrol agar tidak terjadi pengerakan kalsium karbonat dan lainnya.

Inilah yang menjadi kelemahan dari teknologi ini. Yaitu penyumbatan pada selaput membran oleh bakteri dan kerak kapur atau fosfat. Yang umum terdapat dalam air asin atau laut. Untuk mengatasi kelemahannya, pada unit pengolah air osmosa balik selalu dilengkapi dengan unit anti pengerakkan dan anti penyumbatan oleh bakteri (Anonymous, 2009).

Untuk menghasilkan air bersih dari air laut ini dibutuhkan energi listrik sebesar 4,72 kilowatt jam per meter kubik. Sekarang ini rata-rata listrik per kilowatt jam mencapai harga Rp 1.000. Produksi air bersih dari proses desalinasi bisa bersaing dengan tarif air bersih kelas komersial yang mencapai Rp 12.500 per meter kubik. Bahkan, tarif air bersih industri mencapai Rp 15.000 per meter kubik. Nilai produksi air bersih dengan teknologi desalinasi yang dikembangkan sekarang mampu menekan harga hingga Rp 9.000 per meter kubik (Alamendah, 2010).

Dengan memanfaatkan air laut dan mengolahnya sebagai air minum berarti juga mengurangi pemakaian air bawah tanah yang diyakini sebagai penyebab utama penurunan tanah di berbagai tempat terutama di Jakarta. Bahkan, tingkat penurunan tanah akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan di Jakarta, membuat kita was-was akan bahaya tenggelamnya ibu kota negara kita dalam beberapa puluh tahun kedepan.

Berita Tentang Reverse Osmosis Di Indonesia

Kelangkaan air minum yang diperburuk oleh efek-efek nyata perubahan iklim merupakan tantangan besar bagi umat manusia. Salah satu solusi guna mengatasi tantangan krusial tersebut adalah dengan mengolah air laut menjadi tawar, mengingat bahwa 97% air di dunia merupakan air laut…. Dan Perancis memiliki keahlian nyata di bidang ini.

Sejak tahun enam puluhan, Komisi Energi Atom dan Energi Alternatif Perancis (CEA) tertarik pada proses desalinasi air laut, yang tujuan awalnya melaksanakan desalinasi dengan memanfaatkan energi nuklir atau energi surya. Baru-baru ini, Perusahaan-perusahaan seperti Suez Environnement dan Veolia telah sukses mengembangkan sejumlah teknologi desalinasi air laut. Sekarang mereka mengekspor teknologi ciptaannya ke seluruh dunia.

PNGDi penghujung tahun 2012, Perancis turut berkontribusi menciptakan rekor baru. Instalasi desalinasi air laut terbesar di dunia dibangun di negara bagian Victoria, Australia. Proyek tersebut menelan biaya 2,4 milyar euro dan merupakan sumber penyedia air minum berskala besar. Situs ini dapat memproduksi hingga 450 ribu meter kubik air minum per hari, setara dengan konsumsi air kota besar seperti kota Lyon. Selain pembangunan pabrik desalinasi tersebut, Suez Environnement juga bertanggung jawab atas pengoperasian dan pemeliharaannya, yang dilaksanakan oleh anak perusahaannya, Degremont. “Pabrik tersebut merupakan etalase untuk memperlihatkan keahlian kami, dan akan membantu kami memenangkan sejumlah proyek lainnya,” ujar seorang pejabat senior perusahaan tersebut dengan penuh semangat.

Australia sangat membutuhkan air minum yang dihasilkan itu, terutama akibat musim kemarau berkepanjangan selama sekitar 12 tahun. Grup perusahaan Perancis Suez Environnement amat menyadari pentingnya pasar Australia, yang dalam beberapa tahun ini telah menjadi pasar ketiga terbesar (setelah Perancis dan Spanyol) bagi perusahaan raksasa Perancis di bidang air dan kebersihan ini. Pada tahun 2012, perusahaan tersebut meraih 7% dari total pendapatannya dari Australia.

Perusahaan Suez dan Veolia, Dua Raksasa Desalinasi

Suez Environnement juga telah melebarkan sayapnya ke negara-negara lainnya. Di Arab Saudi, di antaranya, anak perusahaannya Degremont, memasok dan membangun unit-unit produksi air minum, dengan kontrak senilai 40 juta euro. Kini produksi sudah dimulai pada salah satu modulnya, yang memungkinkan pasokan air minum dialirkan ke 3000 rumah. Sebelumnya, distribusi air minum dilakukan dengan mengerahkan truk-truk tangki.

Desalinasi bahkan berkembang di Eropa, meskipun di sana belum dirasakan permasalahan signifikan terkait dengan penyediaan air minum. Degremont merupakan perusahaan pelopor desalinasi melalui metode osmosis terbalik (instalasi pertama dibangun di tahun 1969 di pulau Houat, Perancis). Sejak tahun 2009, anak perusahaan Suez Environnement ini membangun pabrik desalinasi terbesar Eropa di wilayah Barcelona (Spanyol), dengan kapasitas produksi hingga 200 ribu meter kubik per hari. Jumlah total pabrik desalinasi yang berhasil dibangun perusahaan tersebut mencapai 255 di seluruh dunia.

PNGSociété Internationale de Dessalement menduduki posisi terdepan di pasar desalinasi air laut melalui proses desalinasi termis melalui penguapan. Anak perusahaan Veolia Water Solution & Technologies ini yang berinduk ke grup perusahaan Perancis Veolia Internasional, pada mulanya, dikenal berkat teknologi desalinasi termis, dan sekarang menggunakan pula metode osmosis terbalik dan solusi-solusi hibrid yang memadukan kedua teknik tersebut.

Untuk membangun pabrik Fujairah, di Uni Emirat Arab, anak perusahaan Veolia tersebut telah memilih untuk menerapkan teknologi osmosis terbalik, seperti di Campo de Dalías, di Spanyol bagian Selatan. Lain cerita di wilayah Ashkelon, di sebelah selatan Tel Aviv di Israel, di sana dibangun pabrik berteknologi hibrid terbesar di dunia.

Dewasa ini, Grup Veolia Environnment merupakan pemimpin dunia di empat bidang sektor pelayanan kolektif : sampah, energi, angkutan, serta air dan pengolahannya. Perusahaan tersebut mempekerjakan 313 ribu orang karyawan di lebih dari 74 negara di seluruh dunia.

Desalinasi Air Berskala Besar

Menurut Asosiasi Desalinasi Internasional, kini ada sekitar 17 ribu pabrik yang beroperasi di 120 negara. Negara-negara terbesar yang menggunakan proses ini untuk menghasilkan air minum adalah negara-negara yang berada di Semenanjung Arab (terutama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab), Spanyol, Amerika Serikat dan Cina. Pemerintah Cina malahan telah mengumumkan, di awal tahun 2012, suatu rencana besar untuk meningkatkan kapasitas desalinasi hingga mencapai 2,5 juta meter kubik per hari, pada tahun 2015.

Kalangan industri Perancis juga memenuhi kebutuhan Aljazair akan teknologi desalinasi : Pihak berwenang Aljazair telah memutuskan untuk menambah instalasi pengolahan air laut dalam jumlah yang signifikan hingga tahun 2019. Banyaknya proyek baru mendorong perusahaan-perusahaan Perancis lain di sektor energi untuk turut berkecimpung di bidang ini, seperti halnya yang dialami oleh perusahaan Total Energi Venture, yang menjadi pemegang saham minoritas perusahaan NanoH2O asal Kalifornia, sejak tahun 2012. Pada skala global, omset pasar global desalinasi yang pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 7,8 milyar dolar AS, kemungkinan akan mencapai 18,3 milyar dolar AS pada tahun 2016.

Lima Pulau Jadi Prioritas Pengolahan Air Laut
( Foto : Suparni / Beritajakarta.Com)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Administrasi Kepulauan Seribu berharap, lima pulau yang menjadi prioritas lokasi pengolahan air laut menjadi air tawar dapat terealisasi tahun 2016 mendatang.

” Kita minta, Pulau Karya, Pulau Kelapa, Pulau Harapan, Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa harus jadi prioritas utama”

Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Budi Utomo mengatakan, saat ini saluran listrik sudah tersambung di pompa air RO dan tinggal penambahan daya saja.

“Sesuai spesifikasinya, daya harus ditambah, karena kalau dulu untuk mengolah air baku, kini mengolah air laut jadi tawar,” ujarnya, Selasa (20/10).

Beberapa pulau, kata Budi, telah siap mulai dari instalasi hingga peralatan, tinggal penyambungan daya listrik.

“Kita minta, Pulau Karya, Pulau Kelapa, Pulau Harapan, Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa harus jadi prioritas utama,” katanya.

Sementara, terkait semakin berkurangnya kuantitas dan kualitas air baku (air tanah) yang diproduksi Reverse Osmosis (RO), Pemkab akan mengubah spesifikasi dari pengolahan air baku menjadi air tawar, menjadi pengolahan air laut menjadi air tawar.

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pemenuhan kebutuhan air bersih di berbagai wilayah di Jateng, terutama daerah rawan kekeringan merupakan persoalan yang harus mendapat perhatian dan penanganan serius.

Untuk itu, berbagai upaya juga akan dilakukan pemprov, salah satunya menggunakan teknologi mengolah air laut menjadi air tawar.

“Saya tertarik dengan desalinasi yang ditawarkan PT LEN. Pengolahan air laut menjadi tawar itu bisa dimanfaatkan di daerah-daerah pesisir untuk memenuhi kebutuhan air bersih, juga memasok ke daerah yang kekurangan air bersih,” ujar Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP saat beraudiensi dengan PT LEN Industri (Persero) di Rumah Dinas Puri Gedeh, kemarin.

Terkait desalinasi energi surya yang dapat mengolah air laut 80 persen menjadi air tawar dan sudah dipasang di Nias itu, Ganjar mengatakan, wilayah Jateng dengan bentangan laut di ujung utara dan selatan Jateng merupakan tempat yang tepat untuk mengambil manfaat dari proses pengolahan air laut menjadi air tawar yang bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Desalinasi dan teknologi-teknologi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Jika ada satu atau beberapa ujicoba secara gratis dari PT LEN di Jawa Tengah, saya terpaksa menyambut baik, tidak menolak,” selorohnya.

Sementara itu, Ir Agus Iswanto MSc, Direktor PT Surya Energi Indonesia (SEI) yang merupakan anak perusahaan PT LEN Industri (Persero) menjelaskan, beberapa perwakilan perusahaan BUMN yang beralamat di Bandung ini sengaja menemui gubernur Jateng untuk menawarkan beragam teknologi baru dan terbarukan baik sektor pertanian, energi, maupun teknologi informatika.

Mantap! Pengolahan Air Laut Jadi Air Minum di Balikpapan Dimulai Tahun Depan

Lirik Empat Titik, Harga Jadi Penentu

BALIKPAPAN – Studi kelayakan pemanfaatan air laut yang saat ini memasuki tahap dua menghasilkan progres menggembirakan. PT … selaku pemrakarsa, telah mengantongi empat titik air laut yang dianggap layak diolah menjadi air baku. Jika penelitian berjalan lancar tahun ini, maka awal 2017 produksi pun dimulai.

Kabar tersebut diungkapkan Direktur Utama PDAM Tirta Manggar Balikpapan, Haidir Effendi kepada Kaltim Post dua hari lalu. Hanya saja, dengan pertimbangan penelitian belum rampung, Haidir belum bersedia membeberkan empat titik desalinasi air laut tersebut. “Nanti dulu ya,” ucapnya. Namun, sebelum memilih lokasi di antara empat titik tersebut, pihaknya akan merekomendasikan beberapa kriteria.

Jarak dan letak menjadi pertimbangan utama karena dianggap berpengaruh terhadap kualitas air laut. Termasuk tingkat kandungan garam. Semakin tinggi kandungan garamnya, maka harganya semakin mahal.

“Setiap titik ini kan beda-beda kandungan garamnya,” imbuhnya. Pria ramah ini lantas menjelaskan, selain mengerucutnya lokasi produksi, penelitian juga sudah mengarah kepada teknologi kapasitas produksi yang digunakan.

“Pada tahap awal, mereka siap 50 liter per detik. Ini masih dalam kajian. Tapi ini perkembangan terbaru dari mereka,” jelasnya.

Namun, mengenai teknologi produksi disebut Haidir sifatnya fleksibel. Dikarenakan teknologi yang digunakan menggunakan modul, maka kapasitas produksi bisa di-upgradesetiap saat. Sebaliknya, mengenai estimasi harga yang dibebankan hingga saat ini belum bisa disimpulkan.

Agar penelitian berjalan lancar, pria berkacamata ini menyebutkan, PDAM tak membebani kapan studi desalinasi tuntas. Namun yang pasti, rampung tahun ini.

“Kami tidak buru-buru, nanti hasilnya malah enggak bagus. Biarkan mereka mencari. Prinsip kami, mana yang paling murah. Sehingga tidak membebani. Karena harganya toh kembali ke pelanggan. Makanya kami cari alternatif yang paling murah,” jelasnya.

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Wali Kota Batam menghadiri ‎peletakan batu pertama‎ sea water reverse osmosis (SWRO) atau pengelolaan air laut menjadi air tawar diBelakangpadang, Batam, Senin (‎7/12/2015) pagi.

Direktur Pengembangan Air Minum Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum M Nasir dalam sambutannya mengatakan nantinya pembangunan SWRO tersebut mampu menyuplai kebutuhan air minum untuk 1.210 KK diBelakangpadang.

Hal itu dengan estimasi satu orang mendapatkan jatah 30 liter air/hari.

“‎Masyarakat tetap perlu berhemat, karena air ini tidak bisa memenuhi semua kebutuhan air bersih tiap orang. Paling untuk minum, masak makanan, kalau untuk mandi atau mencuci tidak bisa,” ujar M Nasir.

Ia pun mengatakan pembangunan instalasi SWRO baru akan dimulai awal bulan Januari 2016, dan diperkirakan selesai paling lambat akhir 2016.

“Setelah pembangunan nantinya, untuk mengoperasikan instalasi inipun akan dibentuk unit operasi yang akan melanjutkan di sini,” ucap Nasir. (*)

ROTEONLINE.com – Bupati Rote Ndao, Drs.Leonard Haning.MM meresmikan 1 paket pekerjaan pengolahan air laut menjadi air bersih/air minum dengan system Reverse Osmosis (RO) kepada  masyarakat pulau Nusa Manuk, Desa Oelasin,Kecamatan Rote Barat Daya, Jumat(13/01) siang.

Dalam sambutannya, beliau menjelaskan penyerahan paket pekerjaan pengolahan air laut di pulau Nusa Manuk tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat khususnnya kementrian pembangunan daerah tertinggal  Republik Indonesia kepada pemerintah kabupaten Rote Ndao khususnya daerah kepulauan terluar di wilayah Pulau Rote. Untuk itu, kepada masyarakat Pulau Nusa Manuk perlu menjaga dan tetap memeliharanya agar bermanfaat bagi kita semua.

Menurutnnya, pembangunan sarana air bersih tersebut dengan teknologi Reverse Osmosis ini sangat di butuhkan bagi setiap daerah yang kesulitan akan air bersih seperti Pulau Nusa Manuk dan beberapa pulau lainnya sehingga  target kedepan pemerintah akan mengusahakan lagi 1 unit mesin pengolahan air minum tersebut kepada warga di Pulau Nuse, Kecamatan Ndao Nuse dan Pulau Landu,kecamatan Rote Barat Daya.

[box title=”Tahukah Anda ?” color=”#333333″]Reverse osmosis RO (Osmosis terbalik) adalah suatu metode penyaringan yang dapat menyaring berbagai molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberi tekanan pada larutan ketika larutan itu berada di salah satu sisi membran seleksi(lapisan penyaring). Proses tersebut menjadikan zat terlarut terendap di lapisan yang dialiri tekanan sehingga zat pelarut murni bisa mengalir ke lapisan berikutnya. Membran seleksi itu harus bersifat selektif atau bisa memilah yang artinya bisa dilewati zat pelarutnya (atau bagian lebih kecil dari larutan) tapi tidak bisa dilewati zat terlarut seperti molekul berukuran besar dan ion-ion. Osmosis adalah sebuah fenomena alam yang terjadi dalam sel makhluk hidup dimana molekul “solvent” (biasanya air) akan mengalir dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah Berkonsentrasi tinggi melalui sebuah membran semipermeabel. Membran semipermeabel ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel. Gerakan dari “solvent” berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua sisi membran.[/box]

beberapa pulau yang berpenghuni di luar  Pulau Rote saat ini telah diprioritaskan pembangunannya dari KPDT dan dari pulau-pulau tersebut, dua pulaunnya sudah di beri bantuan mesin pengelolaan air bersih yaitu Pulau Usu di Landu Leko dan Pulau Nusa Manuk di Kecamatan Rote Barat Daya sehingga tahun depan pemerintah akan mengusahakan lagi Pulau Nuse dan Pulau Landu untuk mendapat jatah yang sama” kata beliau.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Rote Ndao,Drs,Leonard Haning.MM juga turut menyampaikan  apresiasi yang tinggi kepada jajaran Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut melalui alokasi dana tugas pembantuan APBNP tahun 2011 dan juga rekanan pelaksana kegiatan tersebut yakni CV Wira Buana   yang diwakili Ir.Togi Nainggolan.M.Sc  serta tokoh masyarakat pulau Nusa Manuk yang menerima program tersebut.

Penjaga Mesin RO. Nusa Manuk Masuk Tenaga Kontrak

Posted by rotendaoonline on  in Rote Watch

ROTEONLINE.com – Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM menginstruksikan kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah untuk mengakomodir dua orang pejaga mesin pengolahan air laut menjadi air bersih dan air minum di pulau Nusa Manuk dalam pengangkatan tenaga kontrak daerah tahun anggaran 2012.

Penegasan itu disampaikan Bupati Haning, ketika meresmikan pengoperasian mesin pengolahan air laut menjadi air bersih dan air minum sistem Reverse Osmosis (RO) di Nusa Manuk, Jumat (13/01/2012) siang. Dikatakan, selain kesediaan warga menjaga mesin ini, perlu juga dua tenaga penjaga yang telah dilatih diakomodir menjadi tenaga kontrak daerah agar lebih meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan mesin tersebut.

Saya instruksikan kepada Kepala BKD untuk mengakomodir dua orang penjaga mesin di Nusa Manuk ini dalam tenaga kontrak daerah bersama dua orang lainnya di pulau Usu,” kata Haning. Sementara konsultan Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia asal ITN Malang Ir. Togi Nainggolan, M.Sc, PT. Wira Buana selaku pelaksana pembangunan mesin pengolahan air laut menjadi air bersih dan air minum system Reverse Osmosis (RO) bagimasyarakat pulau Nusa Manuk telah melatih dua orang warga Nusa Manuk untuk mengoperasikan mesin tersebut.

Kedua orang tersebut, kata Togi Nainggolan, adalah Ady Wakijo dan Darman Nale. Menurut dia, PT. Wira Buana telah melatih dua orang tersebut bagaimana mengoperasikan mesin dan maintenance agar mesin tersebut terawat dengan baik, sehingga dapat mencapai umur pakai yang maksimal. Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rote Ndao, Drs. Jonas Selly, MM yang dikonfirmasi di lantai dua kantor Bupati, Sabtu (14/01/2011) pagi terkait instruksi Bupati tersebut mengatakan, empat orang tenaga penjaga mesin di pulau Usu dan Nusa Manuk telah masuk dalam usulan pengangkatan tenaga kontrak TA 2012 pada SKPD Dinas Tenaga Kerja dan Trnasmigrasi (Nakertrans).

Kami memasukan empat tenaga penjaga mesin yang diinstruksikan Pak Bupati. Keempat orang tersebut telah masuk usulannya melalui Dinas Nakertrans, tinggal menunggu penetapanya melalui SK Bupati bersama tenaga kontrak lainnya,” tegas Jonas Selly. 

PERMASALAHAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH DAN SOLUSINYA

Posted by  on July 27, 2015

Oleh: Rizky Kurniawan (Research and Education Development Himatesil)

Permasalahan penyediaan air

Setiap musim kemarau, selalu muncul masalah kekeringan yang melanda indonesia. salah satu provinsi yang mengalami kekeringan pada satu bulan terakhir adalah Jawa Tengah. Kekeringan telah melanda sembilan kabupaten yang meliputi 530 desa. Kabupaten yang mengalami kekeringan antara lain Banjarnegara, Blora, Boyolali, Demak, Grobogan, Pati, Purbalingga, Temanggung, dan Kabupaten Wonogiri. Kekeringan ini bahkan sering terjadi pada kemarau normal untuk beberapa daerah seperti nusa tenggara. Krisis air ini sering dianggap bukan permasalahan yang krusial, padahal permasalahan krisis air ini memiliki potensi konflik yang luar biasa di masa depan, khususnya bagi penduduk di pulau Jawa dan Bali. Tindakan pengendalian untuk mengatasi masalah krisis air juga masih dilakukan dengan pendekatan simptomatik dengan gaya instan. Ketika kekeringan terjadi, maka penyelesaiannya hanya dengan distribusi air bersih melalui tangki air, penyediaan pompa, pembiran air dan perbaikan jaringan irigasi. Gaya pendekatan seperti ini sebenarnya tidak menyentuh pada akar permasalahan secara menyeluruh. Sebaliknya masalah yang dihadapi akan muncul secara berulang-ulang dan dalam intensitas yang semakin meningkat.

Berdasarkan data dari Kementerian Riset dan Teknologi, pada tahun 2000 secara nasional ketersediaan air permukaan hanya mencukupi 23% dari kebutuhan penduduk. Sementara itu Pulau Jawa dan Bali kondisinya sudah defisit air sejak tahun 1995. Saat musim kemarau di Jawa terjadi defisit air sekitar 130 ribu juta meter kubik per tahunnya. Maka tidak aneh jika setiap musim kemarau di Jawa dan Bali seringkali terjadi krisis air di beberapa daerah.

Krisis air tersebut menyebabkan terganggunya stabilitas ketersediaan air bagi masyarakat. Banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses air sehingga harus berjalan berkilo-kilo untuk mendapatkan air. Air yang didapat pun tak jarang memiliki kualitas dibawah standar. Penyediaan air minum di Indonesia masih menjadi sesuatu yang kompleks.

kekeringan

Sumber gambar : SoloPos.com

Di Indonesia, salah satu kendala utama dalam penyediaan air bersih adalah terbatasnya pasokan air. Sebagian besar PDAM beroperasi dengan mengandalkan air baku dari air sungai. Sementara sungai yang ada sudah banyak mengalami degradasi yang disebabkan kerusakan DAS, masalah antropogenik, dan melemahnya perlindungan terhadap sungai. Faktor perubahan iklim juga menyababkan trend (kecenderungan) debit sungai mengecil secara signifikan. Sungai Bengawan Solo turun hingga 44,18 m3/det, Sungai Serayu turun hingga 45,76 m3/det, dan sungai Cisadane turun hingga 45,10 m3/det.

Pada musim kemarau, debit aliran dasar (base flow) sungai cenderung sangat rendah sehingga mengakibatkan permasalahan baru seperti intrusi air laut, krisis air, dan konflik dengan pengguna lain seperti untuk pertanian. Tidak hanya kuantitas, dari segi kualitas pun mengalami penurunan. Berdasarkan data kemetrian riset dan teknologi, sekitar 70% PDAM di Indonesia mengalami penurunan kualitas air.

Teknologi NTP (Natural Treatment plant) yang diterapkan di Jerman

Penyediaan air minum di Indonesia sudah tidak bisa dikelola dengan sistem bussines as usual. Mengambil air dari sungai, mengolah, dan mendistribusikan kepada masyarakat. Dengan menurunnya kualitas dan kuantitas air sungai yang mengalami degradasi akan menyebabkan biaya operasional akan lebih tinggi. Hal ini akan berimbas dengan tingginya biaya yang dibebankan kepada konsumen. Sehingga diperlukan inovasi teknologi untuk mengatasi masalah ini.

Sutopo Purwo Nugroho, Peneliti Utama Bidang Hidrologi dan Konservasi Tanah di BPPT & Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB untuk sebuah media massa nasional di Jakarta menjelaskan, salah satu teknologi yang perlu dikembangkan adalah Natural Treatment Plant (NTP), yakni menyadap air langsung dari akuifer di dalam tanah dan mendistribusikan ke hilir. Lapisan akuifer di daerah pegunungan digali atau dicoblos dengan pipa-pipa dan dibuat terowongan bawah tanah. Pada terowongan tersebut disediakan lubang-lubang untuk masuknya air tanah. Pengambilannya dilakukan seperti sumur biasa yang lazim ditemui di Indonesia. Pipa-pipa horizontal yang menyebar mengelilingi dasar sumur dipasang sepanjang 60 meter sehingga memperbesar kapasitas penyadapan. Air sadapan tersebut akan ditampung di reservoar untuk didistribusikan ke kota atau daerah

Konsep ini banyak diterapkan di Jerman.Sekitar 80% air minum dipasok dari air tanah dan mata air yang disadap dengan teknologi NTP sehingga jarang ditemukan instalasi penjernih air di Jerman. Di kota Munich, penyediaan air melalui NTP mampu mengalirkan air hingga 6,5 m3/detik untuk mencukupi 1,5 juta jiwa dan industri. Pada penerapannya, Daereah Tangkapan Air (DTA) harus diawasi secara serius. DTA seluas 6000 ha yang sebagian milik pemerintah dan sebagian milik penduduk yang umumnya adalah peternak., dijaga dari pencemaran lingkungan. Petani dilarang menggunakan pupuk kimia di DTA dan sebagai gantinya pemerintah memberikan kompensasi subsidi 250 euro per hektar dan petani diperbolehkan mengambil pupuk kompos yang diproduksi secara lokal.

Keuntungan yang diperoleh sangat besar, karena tidak membutuhkan bahan kimia untuk mengolah air minum. Selain itu tidak diperlukan pompa distribusi karena letak reservoar berada di pegunungan. Kualitas air yang dihasilkan sekelas natural mineral water. Kualitas dan kontinuitas terjamin, dan DTA dapat dikonservasi.

Indonesia sebagai negeri yang memiliki banyak gunung api aktif maupun non aktif sangat berpotensi untuk mengembangkan NTP. Topografi pegunungan dan perbukitan yang banyak tersebar berpotensi menjadi menara airn yang sangat besar. Namun pemanfaatan teknologi pencoblosan akuifer masih sering diabaikan. Tidak aneh jika para pakar jerman, diantaranya Prof. Dr. Cembrowiez dari Universitas Karlsruhe mengatakan “Bagi Pulau Jawa yang memiliki banyak daerah gunung api dan pegunungan dengan curah hujan yang tinggi, seharusnya tidak perlu mengalami kesulitan air. Justru fenomena aneh yang ada. Air yang begitu jernih keluar dari mata air dengan melimpah, kemudian mengalir ke sungai dan dicemari oleh limbah pertanian, domestik, industri, sampah hingga berwarna coklat dan berbau. Lalu diambil untuk air baku, diolah, didistribusikan, dan dikonsumsi oleh masyarakat. Mengapa tidak diambil di mata air saja dengan disadap lalu didistribusikan ke bawah?”

Indonesia butuh air bersih

Indonesia butuh air bersih

KETERSEDIAAN dan akses terhadap air bersih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat di Tanah Air. Bahkan, dari delapan target yang ditetapkan dalam Millenium Development Goals (MDGs), Indonesia masih kesulitan untuk mencapai target peningkatan akses terhadap air bersih dan kualitas sanitasi.

Persoalan ini menjadi perhatian serius dari salah satulembaga Perserikatan Bangs Bangsa (PBB) yakni Unicef yang gencar mengkampanyekan ketersediaan air yang memadahi. Dikuti dari Unicef, bagian-bagian utama dari kegiatan dan program Unicef  di Indonesia mencakup penanganan kualitas air yang tidak memadai, cakupan sanitasi yang rendah dan kebersihan yang kurang.

Bidang itu menjadi tantangan-tantangan karena memiliki dampak pada kesehatan, gizi, pencapaian pendidikan anak dan keluarga.

Beberapa daerah di Indonesia masih kekurangan ketersediaan dan akses air bersih. Di Kalimantan misalnya, Kota Banjarmasin, Banjar, Kapuas, Palangkaraya, Pontianak  dan Balikpapan masih kesulitan untuk mendapatkan pasokan dan akses air bersih. Sementara di Nusa Tenggara Timur, tercatat Kabupaten Kupang, Ende, Sikka, Flores Timur, Belu, dan Sumba Timur mengalami krisis air bersih.

Bagian utama dari kegiatan Unicef di Indonesia adalah penanganan cakupan sanitasi yang rendah dan kebersihan yang kurang. Unicef bekerja dengan pemerintah daerah dan komunitas setempat untuk mengembangkan model praktek terbaik untuk program sanitasi masyarakat, berbagi keahlian dan mengembangkan kapasitas untuk melaksanakan lima pilar dan kemudian membantu masyarakat untuk mendapatkan dan memanfaatkan pengalaman mereka dan menyebarluaskan pengalaman tersebut dengan masyarakat lainnya.

Unicef  juga memberikan bantuan teknis kepada pemerintah untuk mengembangkan kebijakan air dan sanitasi yang lebih baik di daerah perkotaan, di mana jumlah penduduk yang meningkat dan sumber daya pemerintah yang semakin terbagi membuat tertekannya penempatan sumber daya pada sarana dan prasarana.

Mengetahui bahwa anak dapat berperan sangat efektif dalam mengubah perilaku masyarakat mereka yang lebih luas, Unicef juga mendukung prakarsa kebersihan dan sanitasi berbasis sekolah melalui pemberian panduan tentang bagaimana meningkatkan fasilitas dan sarana sanitasi di sekolah, dan mengembangkan serta melaksanakan promosi kebersihan yang efektif di kelas-kelas.

Ini tidak hanya membantu mempromosikan kebersihan yang baik dan arti penting sanitasi yang tepat di suatu komunitas, namun juga meningkatkan lingkungan fisik pembelajaran sehingga anak didorong untuk bersekolah dan berprestasi lebih baik di sekolah.

Apalagi hampir satu dari enam anak di Indonesia masih tidak memiliki akses ke air minum yang aman, kunci tingginya faktor yang berkontribusi pada diare dan kematian anak terkait.  Diare yang sering disebabkan oleh air yang tidak bersih maupun oleh praktek-praktek sanitasi dan kebersihan yang buruk tetap menjadi salah satu pembunuh terbesar anak-anak balita di Indonesia.

Unicef  dan WHO memperkirakan, Indonesia adalah salah satu kelompok dari 10 negara yang hampir dua  pertiga dari populasi tidak mempunyai akses ke sumber air minum. Mereka adalah : China (108 juta ) , India  (99 juta) , Nigeria (63 juta) , Ethiopia (43 juta) , Indonesia (39 juta) , Republik Demokratik Kongo (37 juta) ,Bangladesh (26 juta) ; Inggris Republik Tanzania (22 juta) , Kenya (16 juta) dan Pakistan (16 juta).

Adanya kesenjangan sosial antara penduduk di kota dan desa juga menjadi penyebab mengapa kualitas sanitasi dan air bersih di Indonesia masih kurang terjaga dengan baik, kesenjangan sosial menentukan perilaku masyarakat khususnya masyarakat kurang mampu.

Banyak masyarakat kurang mampu yang masih menerapkan perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sehingga merusak lingkungan, selain itu masih banyak masyarakat di daerah yang mengalami kesulitan dalam mengakses air bersih bahkan sampai menggunakan air hujan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dampaknya adalah berkurangnya kualitas hidup dari setiap komponen hidup manusia khususnya. Ketika kualitas hidup masyarakatnya tidak baik maka akan berpengaruh pula pada perkembangan suatu negara dalam berbagai aspek.

World Bank Water Sanitation Program (WSP) pada 2013 lalu menyebutkan, Indonesia berada di urutan kedua di dunia sebagai negara dengan sanitasi buruk. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melansir data bahwa  63 juta penduduk Indonesia tidak memiliki toilet dan masih buang air besar (BAB) sembarangan di sungai, laut, atau di permukaan tanah.

Pada 2010 cakupan pelayanan air minum di Indonesia baru mencapai 46 persen. Padahal, target MDGs di 2015, Indonesia harus sudah mencapai 68,87 persen. Sementara itu, target pemenuhan akses sanitasi layak harus mencapai 62,41 persen.

Pemerintah sendiri memprerkirakan Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp56 triliun setiap tahu yang diakibatkan buruknya kondisi air minum dan sanitasi. Jumlah ini setara dengan 2,3 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Jatim Olah Air Laut Siap Minum

Gubernuran | 04 Sep 2012

Sebelas daerah di Jawa Timur mendapat sumber air bersih baru atau disebut proyek sistem penyediaan air minum (SPAM). Kesebelas daerah itu yakni Driyorejo Gresik, Pulau Mandangin Sampang, Sekaran Lamongan, Tegal Gede Jember, Puger Jember, Sawahan Madiun, Grogol Kediri, Donorejo dan Kebonagung Pacitan, Doko Blitar, serta Pagerwojo Tulungagung.
SPAM menggunakan Teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO): instalasi pengolahan air laut menjadi air minum. Teknologi ini sudah bisa dilakukan kontraktor lokal, SWRO menghasilkan kualitas air siap minum dan menjadi solusi kelangkaan air baku masyarakat kepulauan.
Bersama Gubernur Jawa Timur, Dr Soekarwo, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto meresmikan proyek senilai Rp 121 miliar itu, dipusatkan di Instalasi Air Minum (IPA) Driyorejo, Gresik, Jumat (10/8).
Menurut Djoko Kirmanto, semua SPAM itu berkapasitas 375 liter per detik sehingga dapat melayani 30 ribu Sambungan Rumah (SR) atau setara 150 ribu jiwa. Penambahan layanan baru 150 ribu jiwa itu penting dalam upaya pemenuhan penambahan target pelayanan 4 juta jiwa dalam 2,5 tahun kedepan di Jatim.
“Di Jawa Timur, dari 37,6 juta penduduk, ada 14 juta jiwa belum memiliki akses air minum aman,” kata Menteri PU.
Berdasarkan target pembangunan millennium (MDGs) bidang air minum, pada 2015 cakupan layanan di Jatim harus 73 persen. Hingga akhir 2011, layanan mencapai 62,6 persen, sehingga butuh tambahan pelayanan terhadap 4 juta jiwa dalam waktu yang tersisa. “Tambahan ini masih jauh dari yang kita inginkan, perlu upaya lebih serius,” kata Djoko.
Selain target pelayanan akses air minum, Djoko Kirmanto juga menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan sanitasi. Gubernur Soekarwo mengatakan, di provinsinya saat ini layanan sanitasi di pedesaan 50,4 persen dan perkotaan 55,6 persen. Pencapaian ini masih di bawah kesepakatan MGDs bidang sanitasi.
Menurut Djoko, secara nasional layanan sanitasi pada 2015 harus 62 persen, sedangkan yang sudah ada saat ini 56 persen. Kebutuhan dana untuk mencapai target layanan air minum dan sanitasi Rp 65 triliun dan Rp 60 triliun. “Dananya dari APBN, Pemda Kabupaten dan Provinsi, swasta dan peran serta masyarakat,” terangnya.

SWRO
SPAM menggunakan Teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO): instalasi pengolahan air laut menjadi air minum. Dengan rekayasa teknologi yang sudah dibuktikan dan mampu dilakukan oleh kontraktor lokal, SWRO menghasilkan kualitas air siap minum dan menjadi solusi kelangkaan air baku masyarakat kepulauan.
“Total Dissolved Solids (TDS) atau kandungan mineral anorganik menunjukkan angka 138. Angka ini menyamai produk air minum kemasan merek terkenal,” kata Menteri saat peresmian di kepulauan Mandangin Sampang.
Menurut Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono, saat ini terjadi kelangkaan air baku di kota-kota besar maupun di kawasan khusus. Air baku semakin langka di kepulauan Indonesia, yang ada pun tidak tawar. Apalagi negara ini memiliki ribuan pulau. Maka sudah saatnya memberanikan diri menggunakan teknologi pengolah air laut menjadi air minum seperti di Pulau Mandangin ini.
Pengolahan air laut menjadi air minum dengan teknologi ini semakin murah. Ditambah lagi dengan kemampuan kontraktor lokal untuk merekayasa teknologi tersebut untuk diimplementasikan di tiap kondisi kawasan pelayanan.
Hal ini juga diungkapkan Kasubdit Data dan Informasi Kementrian PU Dirjen Cipta Karya, Sri Mumi Edi. Menurutnya,  program yang lebih dikenal dengan SWRO ini sering disebut sebagai Program Pengolahan Air Laut menjadi Air Minum. Diharapkan dapat mengatasi langkanya air bersih di daerah terpencil dan kepulauan.
“Dengan proyek itu, maka bahan baku air minum tidak lagi dari sungai seperti yang diolah PDAM, tapi dari air laut-pun, bisa dijadikan air minum,” ujarnya.
Bahkan dengan teknologi SWRO harga air minum bisa jauh lebih murah dibanding harga air minum yang selama ini berlaku di masyarakat, hanya Rp 9.000 per kubik.
Proses desalinasi dengan SWRO tanpa penambahan bahan kimia atau obat penjernih air seperti lazimnya PDAM. Proses ini murni mengandalkan filtrasi dengan teknologi nano, sehingga memisahkan kadar garam dari air.
Kepala Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Kawasan Khusus, Irman Jaya, menerangkan, nano filtrasi adalah teknologi penyaringan dengan menggunakan air bertekanan dan membrane semipermiabel berukuran 0,001 mikron (1 mikron = 1/1.000 milimeter) sehingga mampu menyaring partikel-partikel ikutan, termasuk virus, bakteri, bahan kimia dan logam berat.
“Untuk air baku berupa sungai cukup sampai tahap ultra filtrasi, namun untuk mengolah air laut yang mengandung garam harus dengan nano filtrasi hingga reverse osmosis yang memiliki kepadan membrane hingga 0,0001 mikron,” turur Irman. (jal,sti)

Kementerian PU-Perumahan Rakyat kembangkan instalasi pengolahan air laut

Manado, (AntaraSulut) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan mengembangkan instalasi pengolahan air laut dengan teknologi reserve osmosis, sebagai salah satu jalan pemecah masalah kelangkaan air yang sempat melanda sebagian besar daerah di Indonesia baik perkotaan maupun pedesaan.
“Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melakukan pengembangan melalui sentuhan teknologi salah satunya dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Laut dengan Teknologi Reverse Osmosis namun biaya pengolahan yang tinggi menjadi kendala,” kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dr Ir Andreas Suhono MSc dalam rilis yang diterima Antara, Jumat.
Pemerintah, katanya, tidak diam menghadapi adanya krisis terhadap sumber air baku, melalui Instruksi Presiden Nomor 13 Tahun 2011 tentang penghematan energi dan air yang mengatur langkah-langkah dan inovasi penghematan energi dan air di lingkungan instansi masing-masing dan/atau di lingkungan Badan Usaha  Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sesuai kewenangan masing-masing, dengan berpedoman pada Kebijakan Penghematan Energi dan Air.
Permasalahan kelangkaan air yang sempat melanda sebagian besar daerah di Indonesia dirasakan di kawasan perkotaan maupun perdesaan. Ketersediaan air baku yang berkurang secara drastis akibat musim kemarau dan ketersediaan air yang ada saat ini kualitasnya semakin menurun sebagai dampak dari aktivitas manusia.
Dalam hal konservasi Sumber Daya Air, Pemerintah tidak dapat bekerja sendirian, sehingga keterlibatan seluruh pemangku kepentingan (dunia usaha dan elemen masyarakat) merupakan keniscayaan.
Pelaksanaan Gerakan Hemat Air, Indonesia diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran setiap pemangku kepentingan akan pentingnya penghematan air sebagai salah satu upaya konservasi air. Sebagai upaya peningkatan kesadaran tersebut, hari ini dilaksanakan Gerakan HEMAT AIR, INDONESIA.
“Penghematan energi dan air sebagaimana dimaksud di atas salah satunya adalah penghematan air sebesar 10 persen dihitung dari rata-rata penggunaan air di lingkungan masing-masing dalam kurun waktu 6 (enam) bulan sebelum dikeluarkannya Instruksi Presiden ini.
Andreas menambahkan bahwa untuk mengawasi pelaksanaan penghematan energi dan air serta tercapainya target penghematan air sebesar 10 persen tersebut maka diamanatkan kepada Kementerian/Lembaga/Dinas/Instansi gugus tugas di lingkungan masing-masing, untuk melaksanakan program dan kegiatan penghematan tersebut dan mensosialisasikannya kepada gedung-gedung instansi pemerintah yang menjadi kewenangannya.
Pelaksanaan Gerakan Hemat Air Indonesia hari ini dihadiri oleh Gugus Tugas Provinsi dan Kepala Biro Umum sebagai Penanggung Jawab Penghematan Energi dan Air di Kementerian Lembaga.
Pada rangkaian kegiatan ini akan dilaksanakan pemaparan oleh Kepala Biro Umum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang Implementasi Bangunan Gedung Hijau di Kementerian pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Harapannya kegiatan yang dilakukan saat ini dapat menciptakan efek “keberlanjutan”.
Gerakan Hemat Air Indonesia ini tidak hanya  menjadi acara “business as usual” tiap tahunnya, namun segera membumi dan menjadi sebuah kebutuhan yang merefleksikan meningkatnya kesadaran penghematan penggunaan air.

Editor: Guido Merung



Reverse Osmosis Seawater, RO Sea water,RO Air laut ,Pengolahan Air laut | SWRO


SWRO WATTECH

REVERSE OSMOSIS SEA WATER  RO,RO AIR LAUT  WATTECH | SWRO | 8H

Reverse Osmosis Seawater, RO Sea water,SWRO,RO Airlaut ,Pengolahan Air laut Menjadi Air bersih Dan air Minum. Desalinasi Air Laut  Dengan Technology Reverse Osmosis Sea Water RO, WATTECH Sudah banyak terpasang Di seluruh Indonesia untuk berbagai kebutuhan seperti : pertambangan,kelautan dan perikanan, Kepulauan,Power Plant, PLTU,PLTD,KAPAL Sipil Dan MILITER Indonesia

Reverse Osmosis Sea Water,SWRO

Desalinasi air laut untuk mengubah air laut menjadi air minum sedang digunakan di banyak belahan dunia. Proses Sea water Reverse Osmosis (Saa water Ro) yang menggunakan membran komposit film tipis telah berkembang selama 20 tahun terakhir dan telah menurunkan biaya desalinasi. Perbaikan besar pada membran, pemulihan energi, pompa dan bejana tekan telah menurunkan biaya air desalinasi secara signifikan.

Teknologi kunci dalam proses desalinasi adalah Sea  Water Reverse Osmosis.(Sea water RO)Dalam proses ini air laut dipaksa melawan membran semi permeabel di bawah tekanan dalam kondisi aliran kontinu. Tingginya kandungan garam pada air laut mengharuskan tekanan operasi Reverse Osmosis harus antara 60-70 bar. Saat air merembes melalui membran, sebagian besar kotoran terlarut dihilangkan dan 99,5% dari total garam dihilangkan. Kotoran tertinggal di air yang mengalir dan aliran terkonsentrasi dari membran dibuang ke laut. Desain sistem yang lengkap harus mengoptimalkan aliran, luas membran, dan kondisi lain untuk menjaga pengoperasian sistem pada efisiensi setinggi mungkin.

Membran Terapan telah memasang sejumlah Sistem Reverse Osmosis  Sea Water untuk desalinasi air laut. Sistem tipikal terdiri dari filtrasi, UV, injeksi kimia diikuti dengan Membran osmosis balik. Tabel di bawah ini memberikan kinerja umum sistem air laut:

Kualitas Air Air Laut RO
Pemulihan:   45%
Tekanan Pengoperasian:  900 PSI

 

Seawater (ppm)

Concentrate (ppm)

Permeate (ppm)

Sodium, Na

10,967

19,888

64

Potassium, K

406

736

3

Magnesium, Mg

1,306

2,372

2

Calcium, Ca

419

761

0.5

Bicarbonate, HCO3

109

194

0.9

Chloride, Cl

19,682

35,771

105

Sulfate, SO4

2,759

5,014

1.5

TDS

35,666

64,771

176

pH

7.8

7.7

6.1

Sistem desalinasi yang sukses memerlukan pemahaman dan desain yang tepat untuk mengatasi tingginya kandungan garam dan banyaknya mikroorganisme yang ada di air laut. Tingginya tingkat kekeruhan dan korosifitas air laut juga memerlukan upaya untuk mengatasinya. Pengalaman dalam desalinasi air laut dan kemajuan terbaru dalam pemulihan energi serta membran hemat energi telah menurunkan biaya desalinasi air laut seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

Biaya Operasional – Desalinasi Sea Water Ro

 

Per Cubic Meter of Permeate
(US $)

  Power at 10¢/KWH

$  0.33

Membrane (3 Year Life)

$  0.05

Chemicals

$  0.05

Misc.

$  0.03

Total

$  0.46/Cubic Meter

Tidak Termasuk dalam Biaya:
•  Air Masuk
•  Pelepasan Konsentrasi
•  Biaya Pembangunan
•  Amortisasi Peralatan
•  Pekerjaan yang Harus Dipantau & Dipelihara

Masa depan Sea water Ro desalinasi air laut terlihat sangat bagus. Masalah kekurangan air minum dan meningkatnya kekeringan di wilayah pesisir di banyak belahan dunia dapat diatasi dengan desalinasi air laut. Ratusan sistem air laut memproduksi air minum atau air proses untuk kota, resor, hotel, pengeboran lepas pantai, kapal, kapal pesiar, dan keperluan militer. Ukuran sistem ini bervariasi dari 100 galon per hari hingga jutaan galon per hari.

Desalinasi SWRO air laut akan lebih banyak diterapkan karena biaya desalinasi yang lebih rendah.
Desain, pengoperasian, dan pemeliharaan yang tepat sangat penting untuk mengurangi biaya-biaya ini lebih lanjut.
Pertimbangan yang cermat harus diberikan baik pada pemasukan air laut ke sistem maupun pembuangan konsentrat dari membran RO.

 

 

Selama beberapa dekade terakhir, proses teknologi membran desalinasi menggunakan telah ditetapkan sebagai biaya rendah solusi yang fleksibel untuk produksi minum dan proses air dari air laut atau air payau.

RO Air laut Reverse Osmosis (SWRO) Sea water RO biasanya adalah modal dan operasional biaya solusi termurah untuk sebagian besar aplikasi di seluruh dunia, diberikan relatif rendah konsumsi energi secara keseluruhan dan kemudahan pembuatan dan konstruksi.

Dengan tren yang berkembang untuk tanaman desalinasi hybrid yaitu kombinasi teknologi termal dan membran, untuk memberikan konfigurasi tanaman optimal dalam hal menjalankan biaya dan fleksibilitas, SWRO (Sea Water RO) akan terus membangun dirinya sebagai teknologi yang cocok bahkan lokasi yang paling sulit.

WATTECH terus mengembangkan teknologi SWRO (Sea water RO) dan desain dan membangun pabrik dengan kapasitas mulai dari 100m³ / hari menjadi lebih 100,000m³ / hari. Desain dapat disesuaikan untuk memenuhi persyaratan dari lokasi manapun.

Sea water Reverse Osmosis (SWRO)  Sea Water RO Cara kerja

Dengan pompa bertekanan tinggi, bertekanan garam air umpan terus dipompa ke sistem modul. Dalam modul, terdiri dari bejana tekanan (perumahan) dan elemen membran, air umpan akan terbelah produk garam yang rendah disebut permeat dan garam tinggi air garam yang disebut konsentrat atau menolak. Sebuah aliran katup pengatur disebut konsentrat katup, mengontrol persentase air umpan yang akan aliran konsentrat dan permeat yang akan diperoleh dari Umpan

Fenomena osmosis terjadi ketika air murni mengalir dari larutan encer garam melalui membran ke dalam larutan garam terkonsentrasi tinggi.

The phenomenon of reverse osmosis

Fenomena osmosis diilustrasikan pada Gambar 1.

Sebuah membran semipermeabel ditempatkan di antara dua kompartemen.

‘Semi-permeable’ berarti bahwa membran permeabel terhadap beberapa spesies dan tidak permeabel kepada orang lain. Asumsikan bahwa membran ini permeable terhadap air tetapi tidak untuk garam. Kemudian, menempatkan larutan garam dalam satu kompartemen dan air murni di kompartemen lainnya. membran akan memungkinkan air meresap melalui itu untuk kedua sisi, tetapi garam tidak bisa melewati membran.

Sebagai aturan dasar alam, sistem ini akan mencoba untuk mencapai keseimbangan. Artinya, ia akan mencoba untuk mencapai konsentrasi yang sama di kedua sisi membran. Satu-satunya cara yang mungkin untuk mencapai kesetimbangan adalah air untuk lulus dari kompartemen air murni untuk garam yang mengandung kompartemen untuk mencairkan larutan garam.

Gambar 1 juga menunjukkan bahwa osmosis dapat menyebabkan naiknya ketinggian larutan garam. ketinggian ini akan meningkat sampai tekanan dari kolom air (larutan garam) sangat tinggi sehingga kekuatan kolom air ini berhenti aliran air. Titik ekuilibrium air tinggi kolom ini dalam hal tekanan air terhadap membran disebut tekanan osmotik.

Jika gaya yang diterapkan untuk kolom ini air, arah aliran air melalui membran dapat dibalik. Ini adalah dasar dari istilah Reverse Osmosis. Perhatikan bahwa aliran terbalik ini menghasilkan air murni dari larutan garam, karena membran tidak permeabel terhadap garam.

containerized_reverse_osmosis_seawater_ro_plant_for_drinking_water_productionDSC_0646

Desalinasi Air laut (SWRO) Mengunakan Container Lebih Simple

RO SEA WATER CONTAINERHigh_Container_901_UK-tekst

swro 2                                                             swro 3

SWRO WATTECH

SWRO WATTECH DOK KAPAL MARCOPOLO BATAM

Reverse Osmosis Seawater, RO Sea water,RO Airlaut ,Pengolahan Air laut |SWRO

PLTU di Indonesia sebagian besar menggunakan air laut sebagai sumber air yang akan dipergunakan untuk mencukupi kebutuhannya. Selain air laut, juga ada beberapa PLTU yang menggunakan air tanah untuk diolah dan selanjutnya digunakan sebagai media kerja di siklus air – uap air. Namun sepengetahuan saya, semua PLTU di Indonesia menggunakan air laut sebagai cooling water di kondensernya.

pengolahan air di sebuah PLTU yang menggunakan air laut sebagai sumber untuk mendapatkan air demineralisasi, service water, danpotable water. Dan berikut adalah tahapan-tahapan prosesnya:

Tahap Filtrasi

Air laut yang menjadi bahan baku utama dialirkan menuju sea water pit, dan untuk menghambat pertumbuhan biota-biota laut diinjeksikan sodium hipoklorit dengan kadar tertentu. Selanjutnya air laut difiltrasi menggunakan travelling screen untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang berukuran besar.

Dari sea water pit, air laut dialirkan menuju primary filter dengan menggunakan sebuah pompa. Diperjalanan, air tersebut diinjeksi senyawa koagulan FeSO4 yang berfungsi untuk mengumpulkan partikel-partikel berukuran kecil menjadi partikel-partikel berukuran lebih besar sehingga lebih mudah dilakukan proses filtrasi.

Setelah injeksi FeSO4, air dialirkan menuju ke filter pertama yang disebut dengan Primary Filter, dengan tujuan untuk menahan suspended solids yang terkandung di dalam air laut. Filter ini berjenismulti media filter yang berarti menggunakan beberapa jenis komponen yang berbeda pada satu filter. Komponen-komponen tersebut adalah antrasit pada lapisan atas, pasir pada lapisan tengah, garnet pada lapisan paling bawah, dan gravel sebagai media pendukung. Dari primary filter air dialirkan menuju polishing filter yang memiliki komponen sama dengan primary filter dengan tujuan untuk lebih membersihkan air dari suspended solids yang ada.

Komponen Primary dan Polishing Filters

20111127-071715 PM.jpg

Setelah melalui proses filtrasi di primary dan polishing filter, air ditampung di sebuah tangki bernamafilter tank. Air di filter tank selain akan menuju ke proses selanjutnya juga digunakan untuk prosesbackwash pada primary dan polishing filter. Tahapan selanjutnya, air dari filter tank dialirkan menujucartridge filter yang memiliki clearence sebesar 5 μm dengan tujuan untuk melindungi membranreverse osmosis dari suspended solids yang masih mungkin terkandung di dalam air.

Tahap Desalinasi

Air dari cartridge filter dialirkan menuju proses Desalination Reverse Osmosis. Desalination Reverse Osmosis  SWRO adalah proses filtrasi dengan menggunakan membran semi permeable dengan jalan membalik proses Osmosis. Pada tahap ini, air laut sudah berubah menjadi air tawar, dari konduktivitas 40.000-50.000 μS/cm sebelum masuk proses menjadi 700-800 μS/cm di akhir proses reverse osmosis ini.

Selanjutnya air akan mengalami proses decarbonator atau proses menghilangkan kandungan CO2dalam air. CO2 harus dihilangkan karena ia akan membentuk bikarbonat jika di dalam air dan dapat menurunkan pH. Proses ini dengan jalan menghembuskan udara ke dalam tangki air sisi bawah menggunakan blower, sehingga udara akan mengikat CO2 dalam air.

Setelah itu air ditampung kembali di tangki Permeate Storage Tank. Dari tangki ini, air dialirkan ke dua jalur yaitu jalur pertama untuk digunakan sebagai potable water dan service water, dan jalur yang kedua adalah menuju proses demineralisasi.

Air yang digunakan untuk potable dan service water mengalami proses-proses lanjutan sebagai berikut:

  • Diinjeksi soda ash yang bertujuan untuk menaikkan pH menjadi 9,2-9,6.
  • Penambahan sodium silikat untuk membuat lapisan pasif di permukaan pipa.
  • Air untuk potable water dialirkan ke carbon filter yang bertujuan untuk menghilangkan warna, bau, dan rasa. Kemudian diinjeksikan hipoklorit untuk membunuh mikroorganisme air. Selanjutnyapotable water masuk ke potable water tank sebelum dapat dipergunakan secara umum.
  • Sedangkan service water dialirkan ke service tank dan dipergunakan untuk keperluan umum serta kebutuhan pemadam kebakaran.

Tahap Demineralisasi

Tahap ini menggunakan air dari hasil tahap desalinasi. Demineralisasi juga menggunakan prosesreverse osmosis, yang membedakan adalah penggunaan membran semi permeable jenis lain. Air yang keluar dari proses ini akan memiliki nilai konduktifitas sebesar hanya 20-30 μS/cm dari 1000 μS/cm pada saat sebelum proses.

Selanjutnya air dialirkan menuju mixed bed dengan tujuan untuk menangkap ion-ion baik positif maupun negatif yang terdapat di dalam air dengan menggunakan resin. Resin merupakan polimerisasi dari difinil benzena dan stirine serta ditambah dengan gugus aktif. Kation resin memiliki gugus aktif H+ sedangkan anion resin memiliki gugus aktif OH.

Prinsip Reverse Osmosis

20111127-080243 PM.jpg

Air hasil dari proses demineralisasi inilah yang selanjutnya dipergunakan sebagai media kerja untuk proses siklus air – uap air. Selain itu juga dipergunakan sebagai media kerja auxiliary cooling water dan pendingin pada stator generator.

Pengolahan Air laut  menjadi air minum,  Air laut bagi  daerah di kawasan jalur laut,ancaman abrasi serta ekspansi air ke daratan memang bukan hal baru. Saat ini dalam radius dua hingga tiga kilometer pantai atau pertambakan banyak air sumur yang rasanya sudah payau.

Bahkan tak menutup kemungkinan dalam sepuluh tahun kedapan air laut, akan masuk ke daratan hingga 8-12 km dari bibir pantai dalam keadaan surut. Jika sudah demikian maka mau tak mau orang harus mengkonsumsi air yang sebenarnya tak lagi layak .

Padahal jika  orang yang mau meminum air payau bahkan air asin yang belum di olah maka efek yang diterima tubuh biasanya merugikan. Sebab dengan mengkonsumsi air payau bukannya menghilangkan rasa haus, melainkan justru dapat membuat kering tenggorokan akibat rasa asinnya yang getir

Dan mestinya Semua Pihak di Daerah

seperti ini mesti mulai memerhatikan kondisi semacam ini. Tak hanya daerah pinggir laut saja, teknologi ini juga bisa dipasang di daerah perbukitan ketika sumber air bersih juga sudah mulai susah didapat.

Sebenarnya teknologi pengolahan air laut atau payau menjadi air tawar yang kemudian diolah menjadi air minum seperti ini sudah biasa dipakai di daerah-daerah pengolahan minyak lepas pantai maupun kapal-kapal pesiar. Namun untuk ditawarkan atau setidaknya diperkenalkan pada masyarakat pesisir memang belum merata.

Padahal penerapan teknologi pengolahan air semacam ini sudah sangat perlu. Apalagi bila melihat situasi abrasi air laut yang semakin lama menorobos ke air tanah. Ini tentu tidak ada salahnya jika teknologi penyaringan air itu mulai diwujudkan untuk kepentingan masyarakat.

Di negara Qatar, Kuwait, serta negara jazirah Arab lain sudah sangat biasa minum air laut yang diolah melalu teknologi penyaringan air semacam ini.

Bahkan setelah diolah dengan alat ini kualitas airnya bisa lebih bagus dari air tanah yang biasa kita konsumsi. Contoh, bila air yang kita minum biasanya memiliki TDS (kadar terlarut padat) mencapai 120 ppm, air olahan memiliki TDS hanya 40 atau 75 ppm saja. Teknologi pengolahan air asin / air payau ini juga telah populer diterapkan di negara Singapura.

Di Indonesia, daerah yang telah menerapkan teknologi penyaringan air ini untuk mencukupi kebutuhan air bersih di masyarakat, Salah satunya  Nangroe Aceh Darusalam (NAD).

Pasca bencana tsunami membuat kebutahan air minum memang sangat sulit didapat. Rambahan air dari laut yang masuk ke tanah mencapai radius lebih dari 25 kilolemeter dari bibir laut. Sehingga atas bantuan internasional diadakan alat pengolahan air laut menjadi air layak minum.

Fasilitas atau instalasi pemurnian air minum di NAD ini berada di Ulee Lhee dan merupakan satu-satunya fasilitas penyulingan air laut menjadi air siap minum yang ada di Indonesia.

Instalasi pemurnian tersebut mampu mengolah 1.320 m3/hari dan menghasilkan air siap minum sebanyak 350 m3/hari. Dalam memenuhi kebutuhan air minum warga di Kecamatan Meuraxa instalasi penyulingan air ini bekerja delapan jam setiap hari.

Disebut satu-satunya karena kebanyakan proses pengolahan dan pemurnian air laut yang selama ini ada sekadar membuat air menjadi tawar atau hanya proses desalinisasi air laut saja. Beberapa jenisnya adalah distilasi air yang berdasarkan penguapan, proses dengan menggunakan membran reverse osmosis dan proses pertukaran ion

Sistem Reverse Osmosis Sea Water (SWRO)

Alur proses pemurnian air di daerah Ulee Lhee yang diterapkan sejak Februari 2005 ini memang berbeda. Pasalnya fasilitas pengolahan air di NAD tersebut menggunakan sistem osmosis balik atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Sea water RO dalam pemurniannya. Proses pengolahan air ini dengan teknologi ini telah terbukti mampu menyaring garam-garam dalam ukuran sangat kecil.

Dengan proses pemurnian air ini air laut langsung menjadi tawar dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Teknologi pengolahan air ini mampu mengolah setiap tetesnya melewati beberapa unit elemen mesin dengan proses penyaringan air.

Air laut melalui pipa dengan kedalaman satu meter dari permukaan laut disedot dengan pompa untuk disaring dan terlebih dahulu dipisahkan dari benda pengotor seperti partikel padatan, plangton, pasir, dan lainya.
Proses kerjanya alat pengolahan air laut menjadi air minum ini memang cukup rumit dan sangat detail.

Dalam unit sand filtered water tank air asin /air payau disaring dari pasir yang ikut terbawa dalam air setelah terbebas dari partikel pengotor air ditampung dalam sebuah tangki, backwash water tank.

Agar air tersebut dapat benar-benar bersih maka perlu beberapa tahap penyaringan air, pada elemen cartridge filter air laut kembali disaring. Ini merupakan proses penyaringan akhir untuk partikel padatan dan mampu menyaring partikel dengan ukuran terkecil sekalipun.

Komponen utama instalasi pemurnian air ini adalah mesin Reverse osmosis.  Ini terdiri dari dua mesin yaitu Reverse osmosis I Sea Water RO dan Reverse osmosis II.Brackish water RO

Di dalam unit ini air tawar dan air asin dipisahkan dengan menggunakan membran Sea Water RO semi permiabel. Aliran air akan berbalik yakni dari air asin ke air tawar melalui membran semi perniabel bila diberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosisnya.

Di dalam unit ini air laut dimurnikan. Semula yang berasa asin dapat dinetralkan sehingga menjadi tawar. Mesin pengolahan air ini dengan memanfaatkan membran yang dapat mengikat ion-ion penyebab rasa asin sehingga diperoleh air tawar.

Pada Reverse osmosis I, air asin / air paytau dapat ditawarkan menjadi air murni 90 persen dan diperoleh air yang benar-benar murni pada Reverse osmosis II. Sementara ampas dari hasil sisa garam kembali dibuang ke laut.

Air yang dihasilkan instalasi pemurnian ini memiliki kandungan mineral yang dibutuhkan tubuh. Kandungan mineral yang dihasilkan dari fasilitas pemurnian ini memakai standar internasional jadi aman dikonsumsi untuk masyarakat.

Proses sterilisasi air untuk membasmi kuman dan mikroorganisme pemurnian air tersebut menggunakan klorin dengan konsentrasi tertentu. Kandungan klorin diperiksa setiap harinya. Kandungan klorin yang digunakan masih di bawah standar yaitu 0,2 ppm.

Air laut langsung diminum tanpa di masak   Dengan Technology  Sea water RO
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sejak pertengahan 2004 telah memperkenalkan teknologi pengolahan air laut (asin) atau air sungai menjadi air minum yang siap dikonsumsi tanpa melalui proses pemasakan.

Alat pengolah air minum yang dipakai di Kaltim tersebut merupakan teknologi pemurnian air siap minum tanpa menambahkan zat kimia di dalamnya.

Melalui teknologi penyaringan air tersebut, dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi krisis air bersih atau air minum yang dialami oleh sejumlah penduduk yang tinggal di kawasan pantai atau kesulitan mendapat air bersih.

Alat pengolahan air minum ini sendiri ada berbagai tipe dengan kapasitas produksi pengolah mulai 25.000 liter/ hari hingga 60 ribu liter/ hari.

Harga setiap unit pengolahan air laut menjadi air minum itu juga bervariasi, disesuaikan dengan kapasitas dan tipe mesin pengolah.
Namun memang harus diakui pengadaan fasilitas pemurnian air asin yang menghasilkan air siap minum membutuhkan dana yang cukup besar. Fasilitas pemurnian ini menggunakan mesin yang digerakkan oleh generator diesel dan solar bahan bakarnya.

Alat pengolahan air payau / asin menjadi air minum ini sendiri ada berbagai tipe dengan kapasitas produksi pengolah mulai 25.000 liter/ hari hingga 60 ribu liter/ hari. Sedangkan harga setiap unit pengolahan air minum itu juga bervariasi. Ini disesuaikan dengan kapasitas dan tipe mesin pengolah.

Tetapi melihat kondisi air di Kota Bandung, Semarang, Tegal, Surabaya maupun Jakarta, tidak ada salahnya jika pemerintah mulai memikirkan sejak sekarang demi pelayanan kepada masyarakat.

Pengolahan air laut (SWRO) sea water RO  menjadi air minum beraneka ragam, Pengolahan air laut dapat dilakukan dengan alat Sea Water Reverse Osmosis. Perbedaan antara air laut dan air tawar darat adalah pada segi kuantitas dan kualitas garamnya. Garam-garam utama yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%) dan sisanya (kurang dari 1%) teridiri dari bikarbonat, bromida, asam borak, strontium dan florida.

Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air di tempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini, secara definisi, kurang dari 0,05%. Jika lebih dari itu, air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 sampai 5%. Lebih dari 5%, ia disebut brine.
Air laut secara alami merupakan air saline dengan kandungan garam sekitar 3,5%. Beberapa danau garam di daratan dan beberapa lautan memiliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya. Sebagai contoh, Laut Mati memiliki kadar garam sekitar 30%.

Istilah teknik untuk keasinan lautan adalah halinitas, dengan didasarkan bahwa halida-halida terutama klorida adalah anion yang paling banyak dari elemen-elemen terlarut. Dalam oseanografi, halinitas biasa dinyatakan bukan dalam persen tetapi dalam “bagian perseribu” (parts per thousand , ppt) atau permil (‰), kira-kira sama dengan jumlah gram garam untuk setiap liter larutan.

Air laut dengan jumlah terbesar di bumi ini, sebesar 97.5% dari air keseluruhan perlu diolah agar dapat dikonsumsi. Namun, permasalahannya adalah kandungan garam terlarut menyebabkan diperlukannya treatment khusus sehingga air tersebut dapat di konsumsi oleh masyarakat. Salah satu treatmennya adalah dengan menggunakan filter membrane reverse osmosis.

Desalinasi Air laut Sea water RO Mengunakan Container Lebih Simple
Sebagai solusi krisis air, desalinasi telah dipakai oleh banyak negara untuk proses pengolahan air laut menjadi air minum. Desalinasi adalah proses penghilangan kelebihan garam dan mineral yang lain dari air. Secara lebih umum, desalinasi adalah penghilangan garam dan mineral.
Air didesalinasi untuk diubah menjadi fresh water yang sesuai untuk dikonsumsi manusia ataupun untuk irigasi. Terkadang proses menghasilkan tabel garam yang digunakan untuk kapal laut. Hal yang paling penting dari desalinasi adalah pada mencari teknologi yang paling efektif untuk menyediakan fresh water untuk manusia dimana air yang tersedia sangat terbatas.
Desalinasi skala besar biasanya menggunakan energi yang besar dan infrastruktur yang mahal untuk membuatnya dibandingkan menggunakan fresh water dari sungai atau air tanah. Di negara-negara Timur Tengah, energi yang besar tersebut dapat diatasi dengan besarnya cadangan minyak bumi, seiring dengan kelangkaan air mereka, telah membangun konstruksi desalinasi untuk wilayah ini. Pada pertengahan 2007, desalinasi Timur Tengah telah memenuhi 75% dari kapasitas total dunia.
Plant desalinasi yang terbesar di dunia adalah plant desalinasi Jebel Ali yang berada di Emirat Arab menggunakan multistage flash distillation dan menghasilkan 300 juta m3 air per tahun atau sekitar 2500 gallon (1 gallon US=3785 liter) air per detik. Plant desalinasi terbesar di Amerika berada di Tampa Bay Florida yang mendesalinasi 25 juta gallon (95000m3) air per hari pada Desember 2007 lalu.

Proses Desalinasi Air Laut menggunakan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)
Proses Pengolahan air laut menjadi air minum, adalah sebagai berikut :

Pra-perawatan Filterisasi Awal Sea water Ro (SWRO)
Proses Pre-treatment untuk memisahkan padatan-padatan yang terbawa oleh umpan. Padatan-padatan tersebut jika terakumulasi pada permukaan membran dapat menimbulkan fouling. Pada tahap ini pH dijaga antara 5,5-5,8.

Pompa bertekanan tinggi : Sea Water RO
Pompa bertekanan tinggi digunakan untuk memberi tekanan kepada umpan. Tekanan ini berfungsi sebagai driving force untuk melawan gradien konsentrasi. Umpan dipompa untuk melewati membran. Keluaran dari membran masih sangat korosif sehingga perlu diremineralisasi dengan cara ditambahkan kapur atau CO2. Penambahan kapur ini juga bertujuan menjaga pH pada kisaran 6,8-8,1 untuk memenuhi spesifikasi air minum.

Disinfeksi  SWRO (Sea Water RO)
Proses disinfection dilakukan dengan menggunakan radiasi sinar UV ataupun dengan cara klorinasi. Sebenarnya, penggunaan SWRO (Sea Water RO)untuk desalinasi sudah cukup jitu untuk memisahkan virus dan bakteri yang terdapat dalam air. Namun, untuk memastikan air benar-benar aman (bebas virus dan bakteri), disinfection tetap dilakukan.

Krisis air yang terjadi di Indonesia dapat segera di atasi dengan metode desalinasi terutama Sea Water Reserve Osmosis (SWRO)dengan membrane Reverse Osmosis. Metode ini sangat cocok untuk diterapkan di wilayah Indonesia yang sering kesulitan air bersih baik karena kondisi geografisnya seperti pulau Batam, Irian Barat, dan wilayah-wilayah gersang maupun yang disebabkan musim kemarau panjang dan bencana alam. Teknologi membran merupakan solusi terbaik mengingat praktisnya alat tersebut untuk dipindahkan tempatnya.



Reverse Osmosis Indonesia|Wattech WRO – 8H


WATTTECH PT TIRTA SUMBER MAKMUR INDONESIA Industrial Water builds custom Reverse Osmosis systems designed specifically for your industrial water treatment needs.

WATTECH REVERSE OSMOSIS SISTEM Indonesia WRO- 8-H

Industri Sistem Reverse Osmosis Di indonesia
WATTECH WRO 8 H  reverse osmosis (RO Sistem) mulai dari Kapasitas 1 GPM (1440 GPD) ke 500 GPM (720.000 GPD) yang dapat menghilangkan hingga 99,5% garam terlarut dan hampir semua koloid dan  kotoran  dari yang paling Pekat  di bersihkan dari dalam air termasuk aplikasi air kota, air payau, dan air laut. unit RO menghasilkan hasil air berkualitas tinggi dengan biaya rendah dibandingkan dengan proses pemurnian lainnya.IMG_20150503_114043 (1)IMG_20150503_114055

20140604_10593720140604_110235I

 

DSCN1707 (1)20140604_11024120130913_115155DSCN190320150815_102841

Reverse Osmosis Sistem

Sistem industri Reverse Osmosis kami kustom dirancang khusus untuk kebutuhan pengolahan air dengan tim yang berpengalaman insinyur aplikasi, mekanik dan kimia. WATTECH  membangun sistem RO hanya menggunakan komponen berkualitas tinggi yang akan memberikan operasi jangka panjang yang dapat diandalkan. Mereka tiba di Tempat  Anda Sudah di uji hidrostatik  dan siap untuk menghasilkan air dengan dokumentasi lengkap dan pelatihan operator. Kami juga menyediakan peralatan pretreatment dan kimia yang diperlukan untuk memastikan kinerja yang optimal dan rentang kehidupan membran RO Anda. Anda dapat merasa yakin mengetahui bahwa kami memiliki tim dukungan layanan penuh tersedia 24/7 untuk membantu dengan keadaan darurat.

Wattech  juga menawarkan sepenuhnya diri sistem Reverse Osmosis yang dibangun di dalam sebuah kontainer intermodal ISO yang telah secara khusus dimodifikasi untuk aplikasi pengolahan air. Unit-unit ini mudah untuk kapal dan cepat dan murah untuk menginstal.

Reverse Osmosis Sistem Dalam Shipping Container

Untuk membantu pelanggan kami dengan sistem RO kami menawarkan pembiayaan yang fleksibel yang dirancang untuk memenuhi tujuan keuangan pelanggan. Kami juga menawarkan program sewa di mana kita membangun, memiliki dan mengoperasikan sistem yang memungkinkan Anda untuk fokus pada bisnis inti Anda sementara kami memastikan bahwa Anda memiliki sistem RO yang menghasilkan sumber air kemurnian tinggi setiap saat.

Industrial Reverse Osmosis Systems

REVERSE OSMOSIS INDONESIA WATTECH WRO 8 H

Apa Reverse Osmosis?
Dasar-dasar dari Reverse Osmosis
Reverse Osmosis / RO adalah teknologi yang digunakan untuk menghilangkan padatan terlarut dan kotoran dari air menggunakan membran RO semi-permeabel yang memungkinkan aliran air tetapi meninggalkan sebagian besar padatan terlarut dan kontaminan lainnya belakang. Membran RO membutuhkan air berada di bawah tekanan tinggi (lebih besar dari tekanan osmotik) untuk melakukan hal ini. Air yang melewati membran RO disebut sebagai “serapan” dan garam terlarut yang ditolak oleh membran RO disebut sebagai “berkonsentrasi”. Sebuah sistem RO berjalan dengan baik dapat menghilangkan hingga 99,5% garam terlarut masuk dan kotoran.

 

Wattech WRO 8H

Spesifikasi Umum  Wattech Reverse Osmosis WRO-8H

Sistem wattech WRO +8 H Series Industri reverse Osmosis didesain ekonomis dan menghasilkan air dengan kemurnian tinggi dengan menghilangkan mineral terlarut, bakteri, partikel, dan kotoran organik. Setiap mesin WRO dirancang menggunakan komponen kualitas tertinggi dan bahan untuk operasi yang handal dan kinerja yang luar biasa. Mesin standar kami tersedia dengan output produk air dari 5,600-68,000 LPH (112,000-1,360,000 LPD).

Wattech juga menawarkan berbagai macam pilihan mesin, peralatan pre / post treatment, pompa distribusi, dan kontrol yang terintegrasi untuk sistem pengolahan air lengkap. Spesialisasi kami adalah skid mount, pra-pipa, dan peralatan pra-kabel yang memungkinkan untuk instalasi cepat dan waktu start-up. Jenis lain dari teknologi membran juga tersedia termasuk dua-pass, two-train, cellulose acetate (CA), dan nanofiltrasi (NF) untuk custom aplikasi. Engineering Wattech siap untuk bekerja dengan Anda untuk merancang sistem yang memenuhi persyaratan pengolahan air.

Type       KAPASITAS     Aliran Produk Air Umpan JumlahMembran UkuranMembran Daya Listrik Dimensi
WRO8H 22000 gpm
83.3
m³/Day
15.3 gpm 25.1 gpm 3 8 x 40 in 5 hp 41x32x73
WRO8H 30000 gpm
113.6
m³/Day
20.8 gpm 34.1 gpm 4 8 x 40 in 5 hp 122x38x67
WRO8H 45000 gpm
170.5
m³/Day
31.2 gpm 51.1 gpm 6 8 x 40 in 7.5 hp 162x38x67
WRO8H 60000 gpm
227.3
m³/Day
41.7 gpm 59.6 gpm 8 8 x 40 in 7.5 hp 202x38x67
WRO8H 90000 gpm
340.9
m³/Day
62.5 gpm 89.3 gpm 12 8 x 40 in 10 hp 202x38x67
WRO8H 110000 gpm
416.7
m³/Day
76.4 gpm 109.0gpm 15 8 x 40 in 15 hp 242x38x67
WRO8H 125000 gpm
473.0
m³/Day
86.8 gpm 123.0gpm 18 8 x 40 in 20 hp 280x42x67
WRO8H 150000 gpm
567.0
m³/Day
104.1 gpm 148.1gpm 20 8 x 40 in 20 hp 242x42x67
WRO8H 175000 gpm
662.0
m³/Day
121.5 gpm 173.5gpm 24 8 x 40 in 25 hp 280x42x67
WRO8H 216000 gpm
817.0
m³/Day
150.0 gpm 214.0gpm 30 8 x 40 in 30 hp 280x42x67

Berikut ini adalah beberapa aplikasi industri yang menguntungkan dari penggunaan Air reverse osmosis :

•  Air baku Boiler                      •  Air Perkotaan

•  Chemical Manufacturing    •  Electronics Manufacturing

Reverse Osmosis

Reverse Osmosis Indonesia

•  Humidification                     •  Produksi Ink / Dye

•  Pembuatan Es                       •  Produksi Food /Beverage

•  Air Kemasan                          •  Deionizer Pre-treatment

 

Parameter Pengoperesian

•   Tekanan Operasi: 200-250 psig

•   Nominal Pemulihan: 75–80%

•   Nominal Penolakan Garam: 98–99%

•   Temperatur Operasi: 45–85° F

•   Desain Temperatur  50° F

•   Tekanan Inlet Minimum: 30 psig

•   Control Circuit: 120 VAC, 1-phase, 60 Hz.

 

Material Fabrikasi

•   Rangka Skid: Epoxy-coated carbon steel

•   Membrane Elements: Thin-film Composite (TFC)

•   Membrane Housings: FRP (300 psig rated)

•   Tekanan Rendah Pipa: Sch 80 PVC

•   Tekana Tnggi Pipa: Sch 10 304SS

Pompa dan Motor

•   Pompa: 304/316SS vertical multi-stage centrifugal

•   Motor: TEFC, 460 VAC, 3-phase, 60 Hz.

Fitur Standard

•   8” x 40” Penolakan tinggi membrane elements

•   5-micron sediment pre-filter housing (304SS)

 

•   MicroLogix 1200 PLC Sistem dengan PanelView 600 operator interface

•   Motor starter dengan sakelar pemutus

•   Wattech Panel Listrik

•   UL-508A Tipe Panel listrik

•   Pemancar conductivity Produk air

•   Produk dan penolakan pemancar aliran

•   316SS pressure gauges / Inlet pressure switch

Penyediaan peralatan Optional

•   Variable Frequency Drives (VFD)

•   PH/ORP monitors

•   Low energy membrane elements

•   Pipa dan atau Skid Stainless steel

•   Peralatan komunikasi Ethernet/Modbus PLC

•  Atmospheric storage tanks dengan level control dan sistem pompa re-pressurization

•   Sistem membrane clean-in-place (CIP)

•  Sistem Injeksi Pretreatment chemical

Notes

Aliran Air baku berdasarkan 75% Pemulihan.

Horse power Motor berdasarkan 500F dari air baku dan high rejection membranes. Model Lower horsepower tersedia untuk air baku hangat dan / atau membran aliran yang lebih tinggi. Konsultasikan ke Fabricator.

Kembutuhkan panjang tambahan minimal 48 ” pada setiap sisi skid untuk menganti membran.
Air baku ke sistem RO harus bebas dari chlorine dan pre-conditioned dengan water softening atau polymer injection ke pencegahan kerak pada membrane

 

(lebih…)



Call Us
021- 88871689
Address
JL Ambasador III Blok A2 No 22-23 Pondok Ungu Sektor V Bekasi 17612
Site Search